Senin, 13 April 2026

Tribunnews Update

Komnas HAM Sebut CCTV Rumah Sambo Sengaja Dirusak, Percakapan Bharada E dan Brigadir J Jadi Penguat

Jumat, 5 Agustus 2022 17:01 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusaknya CCTV dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat akan menjadi fokus Komnas HAM.

Komnas HAM menilai, ada indikasi unsur kesengajaan terkait rusaknya CCTV dalam kasus ini.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mempertanyakan pernyataan yang berbeda soal CCTV di kompleks rumah dinas Ferdy Sambo.

Damanik mengaku, alasan CCTV rusak yang berbeda-beda justru membuat pihaknya curiga.

Baca: Brigadir J Tewas Seusai Rayakan Anniversary Irjen Sambo dan Istri di Magelang, Ditemukan Kejanggalan

"Fokus dulu di CCTV yang sejak awal kami persoalkan itu, kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya."

"Yang satu bilang disambar petir, ADC bilang sudah rusak sejak lama," kata Damanik.

Ia pun menduga bahwa ada unsur kesengajaan dan tindakan melawan hukum dalam proses penyelidikan kasus kematian Yosua Hutabarat ini.

"Nah sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," kata Taufan Kamis (4/8/2022).

Baca: LPSK akan Rekam Proses Pemeriksaan Istri Irjen Ferdy Sambo di Kediamannya dalam Waktu Dekat

Ahmad Taufan mengatakan, Komnas HAM juga akan memastikan apakah insiden tewasnya Brigadir J hanya melibatkan Bharada E dan Brigadir J atau ada kemungkinan sosok lain.

Pembicaraan antara Bharada E dan Brigadir J juga diharap terungkap dari CCTV tersebut.

"Lebih lanjut, kami tentu ingin tahu isi CCTV tersebut untuk memastikan apakah benar ada tembak-menembak antara Bharada E dengan Joshua, apakah hanya mereka berdua saja atau bagaimana sesungguhnya peristiwa itu terjadi," jelasnya.

Hingga kini isi pembicaraan alat komunikasi juga belum diserahkan kepolisian pada Komnas HAM.

Baca: Takut Bharada E akan Bunuh Diri di Rutan, LPSK Minta Polri Tingkatkan Perlindungan Tersangka

"Juga isi pembicaraan melalui alat komunikasi yang juga belum diberikan ke kami," kata Taufan.

Terkait tiga jenderal yang disebut ikut menghambat kasus Brigadir J, Taufan menyebut saat ini belum ada rencana pemanggilan.

Pihaknya akan fokus kepada balistik dan siber dalam pengusutan kasus ini.

"Kita pelajari dulu kasusnya apalagi masih ditangani Polri. Sementara fokus kami kepada balistik dan digital forensik."

"Kita tanyakan besok (hari ini) ke mereka, ada dibawa atau tidak," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga membenarkan ada oknum polisi yang mengambil CCTV di TKP tewasnya Brigadir Yosua.

"Ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam dan itu juga sudah kita dalami. Kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan," kata Listyo Sigit, Kamis (4/8/2022) dikutip dari Kompas.com.

Listyo Sigit juga mengatakan telah memeriksa sosok yang mengambil CCTV di pos satpam kompleks rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komnas HAM Sebut Ada Indikasi Kesengajaan Terkait CCTV Rusak di Kasus Brigadir J

Host: Nila Irda
VP: Reza Nova

#brigadirj #bharadae #cctv #ferdysambo #brigadiryosua #beritaterkini #beritapopuler

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Nila
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved