Senin, 20 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina akan Segera Mendapatkan Bantuan Senjata dari AS setelah Disetujui oleh Nato

Jumat, 8 April 2022 19:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat akan mengirim sistem senjata baru untuk Ukraina setelah NATO menyetujui usulan tersebut sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya telah didesak oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba untuk segera mengirimkan senjata ke negaranya.

Dia mengatakan AS dan 30 negara anggota NATO setuju untuk mengirimkan senjata ke Ukraina dan proses tersebut akan dipercepat.

"Kami tidak akan membiarkan apa pun menghalangi orang Ukraina mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan apa yang kami yakini, agar efektif," kata Blinken, yang dikutip dari laman aljazeera.com.

Baca: Tak Mau Jadi Korban Pemerkosaan oleh Tentara Rusia, Para Gadis Muda di Ukraina Pangkas Rambutnya

Blinken menambahkan, ada sistem senjata baru yang belum pernah dikirimkan oleh Sekutu NATO untuk Ukraina. Namun Blinken menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sistem senjata baru tersebut.

Sekutu NATO mengatakan, akan membantu transisi Ukraina dari persenjataan era Soviet ke persenjataan yang lebih modern.

Blinken juga mengatakan AS telah setuju untuk mengirim sistem anti-pesawat, senjata anti-tank dan kendaraan lapis baja ke Ukraina.

Baca: Australia Kirimkan 20 Kendaraan Militer Bushmaster ke Ukraina, Mampu Tangkal Ranjau dan Alat Peledak

Ukraina perbarui seruan untuk embargo energi

Kuleba mengajukan permohonan untuk mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina, pada sesi khusus di markas NATO.

Dia mengatakan kepada rekan-rekannya dari 30 negara anggota NATO ditambah Uni Eropa, Finlandia, Swedia, Jepang, Selandia Baru dan Australia, untuk mempercepat pengiriman,dan mengatakan prosedur pengiriman terlalu lama.

Setelah enam minggu perang berjalan, Ukraina mengatakan Rusia terus menembaki kota-kota timur mereka, menyusul penarikan pasukannya dari sekitar ibu kota Kyiv.

Kuleba juga mengajukan permohonan ulang agar UE berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia, karena UE menjanjikan akan menjatuhkan sanksi putara kelima pada Rusia.

“Kami akan terus menuntut embargo minyak dan gas secara penuh,” tambah Kuleba.

Rusia mendapat kecaman keras setelah diduga melakukan pembunuhan terhadap warga sipil Ukraina di kota Bucha. Rusia sudah membantah kabar tersebut dengan mengatakan bukti kekejaman di Bucha sengaja dibuat untuk membuat nama mereka tercoreng.

Kabar kekejaman pasukan Rusia di Bucha berhasil membangkitkan dukungan pihak Barat.

Baca: Intelijen AS Akui Sengaja Buat Kebohongan guna Fitnah Rusia dalam Perang Ukraina, Joe Biden Terlibat

Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrel mengatakan paket sanksi kelima akan segera dijatuhkan, termasuk larangan batu bara, sementara beberapa anggota parlemen UE memberikan suara, untuk tidak terlalu mengikat mereka terhadap keputusan embargo penuh pada impor energi Rusia.

Namun Blinken mengatakan, negara-negara Eropa memiliki komitmen untuk mengakhiri ketergantungan mereka pada energi Rusia, walaupun dia juga mengakui menghentikan ketergantungan dari energi Rusia tidak secepat “menekan saklar”.

Tingkat ketergantungan UE terhadap energi Rusia, khususnya gas membuat embargo energi yang lebih luas tidak mungkin dilakukan untuk saat ini. Walaupun diakui jika keputusan ini dapat memotong sumber pendapatan Rusia untuk membiayai pasukan mereka di Ukraina. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dapat Dukungan NATO, Amerika Kirim Sistem Persenjataan Baru ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.

# Senjata # Amerika Serikat # NATO # Rusia # Ukraina

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: febrylian vitria cahyani
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Ukraina   #Rusia   #NATO   #Amerika Serikat   #senjata

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved