Rabu, 27 Mei 2026

Ini Perbedaan Sekolah Dasar Indonesia dan Malaysia

Sabtu, 19 Agustus 2017 15:36 WIB
Tribun Pontianak

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUN-VIDEO.COM, SAMBAS - Inilah video suasana perbedaan sekolah antara Sekolah Dasar Negeri 19 Temajuk, Indonesia dengan Sekolah Kebangsaan YBA 1402 Telok Melano, Malaysia

Keceriaan anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas terlihat saat tribunpontianak.co.id berkunjung di SDN 19 Temajuk, Selasa (15/8/2017) pagi.

Setelah lonceng tanda jam istirahat berbunyi, anak-anak terlihat ceria bermain di halaman sekolah yang cukup luas.

Siswi di sekolah ini tampak mengenakan jilbab dan rok panjang hingga mata kaki. Sementara siswa tampak mengenakan celana panjang.

Ada siswi yang asyik bermain lompat tali. Ada pula siswa yang bermain sepakbola dan kelereng, permainan yang umumnya dimainkan anak-anak di daerah lain di Indonesia.

Seorang siswi tampak membawa wadah plastik. Ia ternyata berjualan nasi goreng dan mi goreng yang dibungkus daun pisang kepada siswa-siswi di sekolah tersebut.

"Nama saya Nirwana, jualan nasi goreng dengan mi goreng. Harganya Rp 1.000, untuk uang jajan dan untuk kebutuhan sekolah," ungkap siswi kelas IV ini.

Bangunan sekolah beratap biru ini terlihat sudah cukup memadai. Berkonstruksi kayu dan berdinding beton. Cat dinding sekolah pun terlihat masih terawat dengan baik.


Ada 8 ruang kelas di sekolah ini, ditambah ruang guru, ruang tata usaha dan perpustakaan. Tepat disamping kawasan sekolah, terdapat bangunan Masjid.

Kepala SDN 19 Temajuk, Jamani mengungkapkan, tenaga pengajar di sekolah yang dipimpinnya kini sudah memadai.

10 guru yang ada tersebut 8 guru sebagai wali kelas dan 2 guru sebagai guru agama dan guru olahraga.

"Guru kami sudah cukup, di sekolah kami ini kan ada 8 kelas, gurunya ada 10 orang. 8 orang sebagai wali kelas dan yang 2 orang itu guru agama dan guru olahraga, jadi cukup," ungkapnya.

Jamani menjelaskan, meskipun tenaga guru di sekolahnya sudah cukup memadai.
Namun saat ini pihaknya masih membutuhkan sarana dan buku-buku penunjang untuk dapat meningkatkan minat baca murid.

"Yang kami butuhkan saat ini sarana dan buku-buku. Buku di perpustakaan cukup, yang kami butuhkan buku-buku penunjang yang lain. Karena kami kewalahan merangsang minat anak membaca. Itu susah benar itu, berbagai metode yang kami berikan masih juga belum berhasil. Mungkin kebiasaan anak di pedesaan atau pedalaman seperti itu,"jelasnya.

Guru di SDN 19 Temajuk berharap agar pemerintah segera menyediakan layanan internet di desa tersebut. Ini lantaran, sulitnya mengakses internet untuk melakukan tugas dan operasional sekolah.

Sedangkan di wilayah Teluk Melano, Malaysia sudah tersedia jaringan internet 4G.
Sehingga terpaksa pihaknya harus membeli kartu operator Malaysia, demi dapat mengakses internet.

Simak selengkapnya dalam video di atas. (*)
Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Pontianak

Tags
   #Malaysia   #Indonesia   #sekolah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved