Terkini Nasional
Febri Diansyah: Ratusan Suara Pegawai KPK yang Lolos TWK Perlu Didengarkan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
TRIBUN-VIDEO.COM - Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diketahui menggalang dukungan.
Dukungan dimaksud yaitu meminta pelantikan sebagai ASN ditunda.
Penundaan ini juga buntut dari tak diloloskanya sejumlah pegawai KPK dalam TWK hingga berbuntut pemecatan.
Baca: Tanyakan Kejahatan Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Pengamat: Koruptor Saja Bisa Jadi Kepala Daerah Lagi
"Terkait dengan ratusan pegawai KPK yang menyatakan solidaritasnya terhadap 75 pegawai KPK yang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat)," kata mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat keterangan video yang diterima, Minggu (30/5/2021).
"Saya kira suara ratusan pegawai KPK tersebut, meskipun mereka dinyatakan lolos atau memenuhi syarat sebagai ASN itu perlu didengar," imbuhnya.
Dari data yang disampaikan Febri, sejak pukul 09.05 WIB Minggu ini tercatat sudah ada 693 orang yang menyatakan solidaritasnya untuk pegawai yang terancam dipecat. Kata dia, kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah.
Febri mengatakan, alasan para pegawai lolos TWK harus didengar karena mereka adalah salah satu pondasi penting pemberantasan korupsi melalui KPK itu bisa dilakukan.
"Dan kalau para pegawai KPK tidak didengar, tentu kita sangat khawatir dengan nasib KPK kedepan," katanya.
Ia pun menyebut bahwa pelantikan 1.274 pegawai KPK yang Memenuhi Syarat (MS) tidak perlu tergesa-gesa.
Alasannya, ada waktu dua tahun yang diatur di Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 terkait batas waktu pegawai KPK menjadi ASN.
Baca: Komnas HAM Dapat Keterangan yang Tak Muncul di Publik soal Alih Status Pegawai KPK
Febri menjelaskan, jikalau revisi UU KPK dilakukan pada Oktober 2019, artinya masih ada waktu sampai Oktober 2021.
"Jadi tidak perlu tergesa-gesa karena hal itu justru semakin memperkuat kecurigaan bahwa proses alih status ini digunakan untuk menyingkirkan sejumlah pegawai yang berintegritas dan sedang menangani kasus-kasus besar," ujar dia.
Diwartakan sebelumnya, pimpinan KPK telah menerima surat permohonan penundaan pelantikan para pegawai KPK sebagai ASN yang direncanakan digelar Selasa (1/6/2021) lusa.
“Solidaritas dari segenap pegawai KPK yang meminta agar pelantikan ditunda sangat kami hargai karenanya akan kami bahas Senin besok,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron lewat keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).
Sejatinya, ungkap Ghufron, pelantikan Pegawai KPK menjadi ASN pada tanggal 1 Juni sekaligus memperingati hari lahir Pancasila.
Sehingga bisa menjadi simbolik untuk menyatakan pegawai KPK itu pancasilais.
“Namun solidaritas juga substansialnya merupakan pengamalan sila persatuan yang juga kami apresiasi. Sehingga rencananya akan kami bahas besok Senin (31 Mei 2021). Hasilnya akan kami kabarkan,” kata Ghufron.
Diketahui, bahwa sampai kini mengenai alih status pegawai KPK jadi ASN masih diwarnai permasalahan.
Tepatnya setelah dilakukannya TWK.
Hasil TWK tersebut terdapat 75 orang pegawai yang tidak lolos.
Baca: 75 Pegawai KPK yang Lolos TWK Buat Surat Terbuka untuk Pimpinan Sampaikan 5 Poin Permintaan
Namun komposisinya sekarang berubah bedasar penilaian asesor dan disepakati bersama antara KPK, Kemenpan RB, dan BKN dalam rapat yang digelar di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (25/5/2021).
Sebanyak 51 dari 75 pegawai KPK yang tidak lolos asesmen TWK rencananya akan dipecat.
Adapun 24 pegawai lainnya dinilai masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN.
Mereka akan diminta kesediaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara. (*)
Baca juga berita terkait di sini
# Febri Diansyah # KPK # Komisi Pemberantasan Korupsi # TWK # Tes Wawasan Kebangsaan # ASN
Reporter: Ilham Rian Pratama
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Jawab Desakan ICW, KPK Pastikan Presiden dan Wapres Tak Terlambat Lapor LHKPN: Sudah Tepat Waktu
Kamis, 2 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
KPK Ungkap Prabowo dan Gibran Laporkan LHKPN Tepat Waktu: Teladan Positif bagi Kita Semua
Rabu, 1 April 2026
Viral News
WADUH! Momen ASN Santai Lewati Jalan yang Sedang diaspal, Langsung disemprot Bupati Purwakarta
Rabu, 1 April 2026
Tribunnews Update
Jejak Karier Ono Surono, Politisi PDIP yang Rumahnya Digeledah KPK: Sempat Tak Akur dengan KDM
Rabu, 1 April 2026
Tribunnews Update
Rumah Politikus PDIP Ono Surono Digeledah KPK terkait Dugaan Suap dan Ijon Proyek Bupati Bekasi
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.