Senin, 20 April 2026

Beginilah Kondisi Bangunan MI Nurul Huda Sungai Pinang Memprihatinkan

Senin, 27 Februari 2017 22:09 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Gemuruh suara murid- murid kelas satu Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Desa Sungai Pinang Baru Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalsel terdengar nyaring, Senin (27/2/2017) pagi.

Melafalkan nama-nama hari dengan menggunakan bahasa Arab, suasana suka cita pun seolah meliputi proses belajar yang dilakukannya pagi itu.

Namun sayangnya, besar dan tingginya antusias para murid belajar terkadang hilang lantaran dihadapkan beberapa gangguan.

Mengingat kondisi ruang kelas yang mereka tempati kerap mendapatkan rembesan air hujan dan genangan air pasang.

Muhammad Hafiz misalnya, murid kelas satu itu mengaku terpaksa harus berpindah duduk bila hujan mengguyur sekolahnya.

Menumpang duduk di bangku teman sekelasnya, itu pun lantaran harus berbagi tempat, kehadirannya juga kerap berujung mendapatkan ejekan.

"Pindah duduk. Karena kalau tidak Hafiz kebasahan. Atapnya bocor soalnya, " ujar bocah yang bercita-cita ingin jadi polisi itu.

Selain itu, bila biasanya sering melihat para murid di sekolah lain menggunakan sepatu guna bertolak ke sekolah, di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda hal tersebut malah tidak ada.

Melainkan murid malah memilih menggunakan alas kaki berupa sendal lantaran lantai sekolahnya yang kerap terendam ketika air pasang.

"Enggak pernah. Biasanya pakai sendal aja karena selain becek kadang kelas juga masuk air," ujar Rasidah tersipu malu.

Tak hanya mengenai sarana pembangunan kelas, melainkan pula prasarana berupa bangku dan kursi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda juga cukup memprihatinkan.

Seorang murid kelas enam Muhammad Mutailah (13) saat disambangi koran ini langsung menunjukkan kondisi meja yang sudah usang dan reyot.

Mutailah mengaku lantaran mejanya yang kerap bergoyang itu pula, ia pun kerap terganggu saat hendak menuliskan pelajaran.

" Ini papannya lepas. Selain itu, juga bergoyang bila ditumpu tangan," ujar Mutailah yang saat itu sembari mengangangkat papan mejanya yang terlepas.

Duduk berada persis di belakang Mutailah, Ahmad Sala (13), teman sekelasnya yang lain juga menunjukkan sebuah lubang yang riskan terperosok.

Meski ia belum pernah terperosok, namun tak jarang keberadaan lubang tersebut menimbulkan kekawatirannya saat sedang memperhatikan pelajaran.

"Belum pernah sih," ujarnya.

Pantauan Bpost, sedikitnya sebanyak empat ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda yang kondisinya masih memprihatinkan.

Atapnya berlobang membuat bias cahaya matahari pun terlihat jelas Senin (27/2/2017) pagi itu.

Berbeda dengan sekolah negeri lainnya, kondisi lantai Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda juga langsung beralasan permukaan tanah.

Tak heran, lantaran kondisi tersebut, ruang kelas pun kerap terendam saat air pasang berlangsung.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Mailani tidak menampik hal tersebut. Bahkan bila memasuki air pasang, genangan pun mencapai ketinggian sekitar satu jengkal tangan orang dewasa.

" Saat ini kondisi air pasang sudah berkurang. Jadi para murid setidaknya bisa bernafas lega, meskipun kondisi lantai ruang kelasnya masih terbilang rendah, " ujarnya.

Lebih lanjut, Mailaini sebetulnya juga sudah berupaya memperbaiki kondisi ruangan sekolahnya itu lewat mengusulkan proposal.

Namun meskipun sudah bersusah payah, hal itu tetap saja belum membuahkan hasil.

"Terakhir kami mendapatkan bantuan yakni pada 2008 lalu berupa dana DAK dari Disdik Kabupaten Banjar. Alhamdulillah, dengan dana tersebut sebanyak tiga kelas beserta isinya pun terealisasi, " jelasnya.

Selain itu, Mailaini juga sempat berterimakasih dengan bantuan yang sebelumnya pihaknya dapatkan dari Gubernur Kalsel sehingga kini bisa membangun dua toilet murid dan guru.

Hanya saja, masih ia, saat ini pihaknya pun masih kesulitan merehabilitasi empat ruang kelas yang tersisa. Berasal dari rekontruksi bangunan awal atau 1961, kondisinya pun kian memprihatinkan dari tahun ke tahun.

"Madrasah Nurul Huda, sejak 1978 sudah dibawah Depag. Tapi sampai saat ini belum ada mendapatkan bantuan renovasi. Dana BOS sebetulnya memang ada, tapi karena selain jumlahnya yang terbatas, dana BOS juga banyak terserap menggaji sembilan guru, yang semuanya merupakan tenaga honor, " ujarnya.

Lebih lanjut, Mailaini sangat berharap sekolahnya tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda ke depan dapat memperoleh bantuan.

Seperti sekolah laik lainnya, sehingga para siswa dan guru pun dapat menjalani proses belajar dengan mudah dan nyaman.

"Harapan kalau bisa, bangunan sekolah bisa diperbaiki. Terutama pada bagian atap yang masih bocor dan lantai yang rendah. Selain itu, kursi meja dan bahkan ruang perpustakaan pun sampai saat ini kami belum punya," ujarnya.(Banjarmasin Post/Abdul Ghanie)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post

Tags
   #atap bocor   #Bangku   #murid   #Rumah Sekolah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved