Terkini Metropolitan
Potensi Rupiah Tanaman Genjer, Harga Jual Tinggi Bisa Panen Tiap Pekan
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUN-VIDEO.COM - Budidaya genjer rupanya memiliki potensi yang cukup menjanjikan, harga jual yang cukup tinggi dan waktu panen yang singkat membuat petani bisa untung berlimpat.
Seperti yang dilakukan petani asal Kota Bekasi bernama Sudarsa (48), budidaya genjer yang sudah ia rintis sejak 2010 silam kini mulai menuai untung yang cukup besar.
Berlokasi di Jalan Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, TribunJakarta.com, mencoba melihat langsung lahan budidaya genjer mililknya.
Lahan di Bekasi Utara ini berada di belakang bangunan Masjid Hasbiallah, hamparan sawah cukup luas cukup mencolok di kelilingi komplek pemukiman.
Di tengah hamparan sawah itu, terselepih lahan seluas 2.600 meter persegi yang ditanami genjer jenis goning yang dikembangkan Sudarsa.
Mendengar nama genjer, mungkin akan cukup asing ditelinga ketika terdapat petani melalukan budidaya tanan tersebut.
Genjer selama ini identik dengan tanaman gulma, ia tumbuh di persawahan dan kerap dujuluki rumput padi.
"Orang tahunya genjer itu rumput padi, tapi kalau genjer yang saya budidaya jenisnya goning, biasanya buat olahan makanan sayur-sayuran," kata Sudarsa, Sabtu, (17/10/2020).
Budidaya genjer yang ia kembangkan saat ini sangat menjanjikan, harga jual tanaman tersebut cukup tinggi di pasangan sehingga bisa memetik untung berlimpah.
"Harga jual Rp9000 per gabung (satu gabung 10 ikat) dari saya, biasanya saya kirim ke pasar-pasar tradisional," ucapnya.
Selain harga jual yang cukup tinggi, genjer juga merupakan jenis tanaman yang cukup sering dipanen.
Waktu tunggu panen budidaya genjer kata dia, hanya perlu waktu satu minggu sekali, sehingga perputaran uang dari bisnis tersebut cukup cepat.
"Kalau padi kan biasanya panen enam bulan sekali, kalau genjer seminggu sekali bisa panen, kalau sekarang aja setiap hari saya bisa ngirim ke pasar," ungkapnya.
Sudarsa saat ini sudah mampu menyuplai genjer ke sejumlah pasar tradisional, terutama Pasar Babelan Bekasi.
Lahan budidaya genjer yang dia kembangkan bukan hanya di Bekasi Utara, terdapat lahan di daerah Sukatani dan Cikarang, Kabupaten Bekasi.
"Total ada sekitar 7 hektar di tiga tempat, makanya setiap hari saya bisa panen dan kirim karen saya atur waktunya, misal di Bekasi Utara panen hari Kamis sama Jumat, terus di Sukatani panen hari Sabtu sama minggu, terus bergilir aja," paparnya.
Dalam satu hari, dia mampu menyumplai sebanyak 500 gabung genjer ke sejumlah pasar tradisional.
"Setiap hari saya harus cukupin stok 500 gabung, soalnya kalau enggak kebagian pedagang pada protes," paparnya.
Dari usaha budidaya genjer tersebut, Sudarsa mengaku cukup memiliki keuntungan yang lumayan.
Jika dihitung dari hasil kotor, dalam sebulan dia mampu menghasilkan uang sebanyak Rp31 juta dari keseluruhan 7 hektar lahan genjer yang ia kembangkan.
"Itu baru hasil kotor, kita kan juga tiap hari perlu biaya tukang panen, biaya ngirim, biaya perawatan, sama sewa lahan juga semua saya sewa bukan milik sendiri," terangnya. (*)
Sumber: TribunJakarta
Live Update
Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Pemkot Bekasi Jajal Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas
Senin, 23 Maret 2026
Tribunnews Update
7 Orang Tewas Tertimbun Longsoran Bantargebang, Pramono Bakal Batasi Distribusi Sampah Jakarta
Selasa, 10 Maret 2026
LIVE UPDATE
Tri Adhianto Ngamuk! Wali Kota Hentikan Penggalian Kabel Tak Berizin di Kali Abang Tengah Bekasi
Senin, 23 Februari 2026
Viral
AKUI KHILAF! Pedagang Es yang Acungkan Golok dan Ngamuk ke Walkot Bekasi Kini Minta Maaf
Selasa, 10 Februari 2026
Viral
Polisi Hentikan Kasus Pedagang Es Kelapa yang Acungkan Golok ke Wali Kota Bekasi karena Faktor Usia
Selasa, 10 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.