Kamis, 9 April 2026

Terkini Nasional

William Aditya Dipanggil Badan Kehormatan, Salahi Kode Etik Buka RAPBD di Media Sosial

Rabu, 13 November 2019 11:25 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya hari ini dipanggil Badan Kehormatan, Selasa (12/11/2019).

Pemanggilan itu setelah dirinya dilaporkan melakukan pelanggaran kode etik karena mengunggah anggaran janggal ke media sosial.

Laporan terhadap William Aditya itu dilakukan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan) Sugiyanto.

Sugiyanto menilai William Aditya telah melanggar aturan yang mengacu pada Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta.

Sikap yang dilakukan William Aditya sebagai anggota Dewan justru menimbulkan kegaduhan.

Apalagi, unggahan mengenai kejanggalan usulan anggaran, seperti lem Aibon Rp 82,8 miliar dan pulpen Rp 123 miliar, diekspos di forum tidak resmi melalui jumpa pers dan media sosial.

"Sikap yang bersangkutan justru menimbulkan opini negatif kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang seolah-olah dianggap tidak transparan," ucap Sugiyanto dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2019).

Buntut dari laporan itu, William Aditya pun hari ini dipanggil oleh Badan Kehormatan dan ia memenuhi panggilan tersebut.

Hal itu disampaikan William Aditya di akun Twitter miliknya @willsarana Selasa (12/11/2019).

Pada Tweet-nya itu, William Aditya memposting surat panggilang dirinya oleh Badan Kehormatan.

Pada surat itu tertulis William Aditya diminta kehadirannya dalam Rapat Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta pada pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Badan Kehormatan Lantai III Gedung Lama.

William Aditya menegaskan jika dirinya akan hadir memenuhi panggilan tersebut.

Ia juga mengatakan kalau dirinya akan menjalankan rapat tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pun ia juga mengatakan bahwa ia dan Fraksi PSI tetap dalam posisi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka dokumen perencanaan APBD 2020 ke website apbd.jakarta.go.id.

"Pagi ini jam 10.00 WIB saya akan memenuhi panggilan dari Badan Kehormatan.

Saya akan menjalaninya sebaik-baiknya.

Saya dan Fraksi PSI tetap dalam posisi meminta Gubernur

@aniesbaswedan untuk membuka dokumen perencanaan APBD 2020 ke website http://apbd.jakarta.go.id," tulisnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti tanggapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal anggaran janggal di DKI Jakarta.

Sebelumnya diwartakan, Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya sudah mengetahui ada banyak anggaran janggal sebelum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bicara.

Hal itu membuat Yunarto Wijaya salut sebab Anies Baswedan tak kalah dengan Ki Joko Bodo.

Tentu saja hal itu hanya sindiran dari Yunarto Wijaya untuk Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan oleh Yunarto Wijaya di akun Twitter miliknya, Selasa (5/11/2019).

Yunarto Wijaya tampak mengomentari artikel berita soal Anies Baswedan.

Artikel itu berjudul "Banyak Anggaran Janggal, Anies: Saya Sudah Tahu Sebelum PSI Ngomong".

Pernyataan itu pun kemudian ditanggapi oleh Yunarto Wijaya.

Diketahui, Anies Baswedan ramai jadi perbincangan publik setelah adanya temuan anggaran janggal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prirotas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2020 oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI William Aditya Sarana.

Beberapa kejanggalan tersebut antara lain anggaran pengadaan lem aibon oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebesar Rp82 miliar, pengadaan bolpoin senilai Rp124 miliar oleh Suku Dinas Pendidjkan Wilayah I Jakarta Timur, serta pengadaan 7313 unit komputer.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia mengatakan, sebelum diviralkan oleh PSI, Anies Baswedan mengaku sudah mengkaji dan mengkritik anak buahnya yang menganggarkan kegiatan dengan anggaran janggal.

Menurut dia, kritikan dari PSI itu sebagai ajak pihaknya cari panggung sebagai anggota fraksi baru.

"Sebelum mereka ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam (rapat internal Pemprov DKI Jakarta). Saya sudah bicara sebelumnya, dan kita review. Bedanya saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru, (jadi momen untuk) manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi," ujar Anies ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019). (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Dipanggil Badan Kehormatan, William PSI: Saya Tetap Meminta Gubernur Membuka Dokumen RAPBD 2020

ARTIKEL POPULER:

Baca: Respons Gubernur Anies Baswedan Tanggapi Karikatur Dirinya Tenggelam di Lem Aibon

Baca: William Aditya Penuhi Panggilan Badan Kehormatan DPRD, Mengaku Akan terus Perjuangkan Transparansi

Baca: William Aditya Sebut Anies Baswedan Gubernur Amatir dan Alergi Transparansi

TONTON JUGA:

 

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribunnews Bogor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved