Selasa, 2 Juni 2026

Ini Tanggapan Ahok Tentang Unjuk Rasa Gabungan Ormas

Jumat, 14 Oktober 2016 20:17 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah organisasi masyarakat Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Para pengunjuk rasa meminta pihak kepolisian memproses laporan, terkait Ahok yang diduga melakukan penistaan agama, atau setelah membawa-bawa ayat suci Al Quran, surat Al Maidah ayat 51, ketika melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Gubernur Ahok menganggap hal yang biasa dan merupakan hak semua orang dalam demokrasi.

"Ya demo kan hak semua orang kan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat pagi.

Ahok mengaku tidak tahu demo kali ini apakah semakin menurunkan elektabilitasnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

"Tunggu survei saja, saya nggak tahu (jadi turun apa nggak). Tunggu survei gratisan aja," ucap Ahok.

Gubernur Ahok membantah, bahwa dirinya tidak bermaksud menistakan agama dan menganggap para pengunjuk rasa hanya ingin dirinya dipidana sehingga dirinya tak bisa mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ya ngapain lagi gitu? Itu dah jelas minta maaf, orang-orang ini (para pengunujuk rasa) udah tidak terima minta maaf, masih demo kan. Sama sekali sudah jelas kok bisa nonton videonya penuh, tidak ada maksud sama sekali menghina al-Quran atau menghina Islam," kata Ahok.

"Inti mereka kan cuman mau nyeret aku ke penjara, kan gitu kan. Ini kan sebagian orangnya kan udah gerakan yang pengen nyeret saya kasus Sumber Waras, nyeret saya reklamasi, yang bikin anarkis di KPK. Kan tujuannya cuman itu, tujuan cuman satu, gimana Ahok bisa masuk penjara, nggak ikut Pilkada," tambah Ahok.

Diketahui, aksi "Akbar Tangkap Ahok" digelar oleh puluhan ormas seperti, GMJ, FBR, FPI, Akbar : Kobar, Pushami Amju, RAR, KAHMI Jakarta Utara, Gemuis, Pokja Empati KA Jayabaya, LAKRI, Masyarakat Alhusna, KIBLAT, GPII, GBN, LSM KPK, Laskar Pribumi, Laskar Bugis Makasar, API JABAR, Masyarakat Banten, Laskar Luar Batang, Yayasan Kakas, Gerakan Rakyat, Pemuda Muara Kamal, Laskar Muara Aangke, Lawan Ahok, Komunitas Peduli Anak Bangsa, SABET, Mat Jali, Lapak, Lawan Ahok, Komunitas Asli Bersatu, dan Tazkyah.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved