TribunnewsWiki
Kusta (Lepra), Infeksi Bakteri Kronis Menyerang Jaringan Kulit, Ditandai Mati Rasa Tungkai dan Kaki
TRIBUN-VIDEO.COM - Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan.
Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen.
Kusta atau lepra dapat ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti timbulnya lesi pada kulit.
Kusta atau lepra disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin.
Baca: Asam Urat, Penyakit Sendi yang Terjadi akibat Kadar Asam Urat yang Terlalu Tinggi Dalam Darah
Gejala Kusta
Tanda dan gejala kusta dapat menyerupai kelainan kulit lainnya, seperti:
1. Mati rasa saat area kulit disentuh.
2. Sebagian area kulit tampak berubah menjadi lebih terang atau gelap.
3. Kulit kering, kaku, dan tebal.
4. Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
5. Kerusakan mata yang bisa berujung kebutaan.
Baca: Diare, Penyakit yang Buat Penderita Jadi Sering Buang Air Besar dengan Kondisi Tinja yang Encer
Penyebab Kusta
Penyebab kusta adalah bakteri Mycobacterium leprae.
Selain itu, ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kusta, seperti:
1. Kontak fisik secara rutin dengan penderita kusta.
2. Tinggal di daerah endemik kusta.
3. Menderita cacat genetik pada sistem kekebalan tubuh.
Diagnosis Kusta
Dokter dapat meminta pemeriksaan berikut ini:
1. Pemeriksaan bakterioskopik dibuat dari kerokan jaringan kulit di beberapa tempat, diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya bakteri Lepra.
2. Pemeriksaan histopatologis bertujuan untuk melihat perubahan jaringan dikarenakan infeksi.
3. Pemeriksaan serologis didasarkan atas terbentuknya antibodi pada tubuh seseorang akibat infeksi.
Selain mengidentifikasi tiga tanda utama (lesi kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan hasil bakterioskopik positif) dokter dapat menegakkan diagnosis.
Baca: Apa Itu Brucellosis? Penyakit Akibat Mengonsumsi Daging Mentah
Komplikasi Kusta
Kusta yang tak ditangani dengan cepat dan efektif bisa menimbulkan berbagai komplikasi, yaitu:
1. Kebutaan atau glaukoma.
2. Disfigurasi wajah, termasuk pembengkakan permanen dan benjolan.
3. Gagal ginjal.
4. Kelemehan otot yang mengarah ke tangan.
5. Ketidakmampuan melenturkan kaki.
6. Kerusakan permanen pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang.
7. Cacat progresif atau kerusakan permanen pada bigian hidung, alis, atau jari kaki.
8. Disfungsi ereksi dan kemandulan pada pria.
Pengobatan
Metode pengobatan utama penyakit kusta atau lepra adalah dengan obat antibiotik.
Penderita kusta akan diberi kombinasi beberapa jenis antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun.
Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta yang diderita.
Contoh antibiotik yang digunakan untuk pengobatan kusta adalah rifampicin, dapsone, clofazimine, minocycline, dan ofloxacin.
Di Indonesia pengobatan kusta dilakukan dengan metode MDT (multi drug therapy).
Operasi umumnya dilakukan sebagai penanganan lanjutan setelah pengobatan dengan antibiotik. Operasi bagi penderita kusta bertujuan untuk:
1. Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
2. Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
3. Mengembalikan fungsi anggota tubuh.
Baca: Sifilis, Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan oleh Bakteri dan Gejalanya Tidak Terasa Sakit
Pencegahan
Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kusta, antara lain:
1. Edukasi mengenai kusta terutama di daerah endemik.
2. Melakukan diagnosis dini dan pengobatan untuk mencegah penularan. (TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Kusta (Lepra)
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tribunnews Update
Kasus Guru Ponpes di Lombok Tengah Cabuli Santri, Pelaku Mengaku Pernah Jadi Korban Pelecehan
2 hari lalu
Tribunnews Update
4 Santri Dicabuli Oknum Guru Ponpes di Lombok Tengah, Terungkap saat Korban Kena Penyakit Menular
2 hari lalu
Berita Terkini
Bukan Penyakit Kiriman, Kamaruddin Simanjuntak Jatuh Sakit hingga Harus Pakai Selang Oksigen
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.