Selasa, 28 April 2026

Tribunnews WIKI

Darah Garuda - Film Indonesia

Kamis, 1 Agustus 2019 19:42 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Film Darah Garuda atau dijuluki sebagai Merah Putih II adalah film kedua dari rangkaian film Trilogi Merdeka.

Dirilis pada 8 September 2010, Film Darah Garuda merupakan lanjutan dari kisah di Film Merah Putih yang rilis di 2009.

Yadi Sugandi dan Conor Allyn merupakan sutradara dari Film Darah Garuda

Ditulis oleh Conor Allyn dan Rob Allyn, Film Darah Garuda merupakan dibintangi oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Ario Bayu dan Teuku Rifnu Wikana, Atikah Hasiholan dan Rahayu Saraswati.

Film Darah Garuda menceritakan tentang pertempuran dengan Belanda dan tentang persahabatan antara para tentara yang memiliki perbedaan latar belakang.

Biaya produksi Film Darah Garuda digadang-gadang menghabiskan sekitar Rp10 miliar.

Syuting film Darah Garuda dilakukan di tiga tempat berbeda yaitu di Sukabumi, Pantai Pangandaran dan di Kepulauan Seribu.

Pemain

  1. Lukman Sardi sebagai Amir
  2. Donny Alamsyah sebagai Thomas
  3. Darius Sinathrya sebagai Marius
  4. Atiqah Hasiholan sebagai Lastri
  5. Ario Bayu sebagai Sergeant Yanto
  6. Teuku Rifnu Wikana sebagai Dayan
  7. Rahayu Saraswati sebagai Senja
  8. Rudy Wowor sebagai Major Van Gaartner
  9. Astri Nurdin sebagai Melati (istri Amir)
  10. Joe Sims sebagai Sgt De Graffe

Sinopsis

Film Darah Garuda melanjutkan cerita dari film Merah Putih tentang kumpulan pejuang dari pihak tentara Republik Indonesia yang masih bau kencur dalam urusan perang.

Karakter tersebut di antaranya Amir (Lukman Sardi), Dayan (Rifnu Wikana), Marius (Darius Sinathrya), Tomas (Donny Alamsyah) yang baru saja lulus dari sekolah tentara dan beruntung bisa selamat dari serangan Belanda.

Empat pejuang tersebut meskipun dibedakan oleh asal daerah dan keyakinan, mereka disatukan hanya oleh satu keinginan yaitu merdeka.

Setelah berhasil menyelamatkan teman-teman mereka, Amir dan kawan-kawan sekarang bergerilya di hutan belantara Jawa Barat.

Mereka akhirnya bertemu dengan pasukan Jenderal Sudirman dan diberi tugas untuk menghancurkan lapangan udara milik Belanda.

Maka dengan tambahan pasukan, Amir, Dayan, termasuk orang baru Yanto (Ario Bayu), dan yang lainnya, beranjak menjalankan rencana.

Tapi belum apa-apa, jalan menuju target sasaran sudah menyulitkan mereka karena terhadang oleh blokade tentara Belanda dan terpaksa melawan.

Pertempuran yang tidak seimbang ini memakan banyak korban dari pasukan.

Mereka tidak ada waktu untuk berduka karena harus meneruskan tugas yang diembannya.

Perjuangan semakin berat ketika penjajah bukanlah satu-satunya musuh mereka, karena penghianatan mulai mengintai dari balik selimut perjuangan. (*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Profil Sutan Syahrir - Pahlawan Nasional Indonesia

Baca: Profil Sayuti Melik - Pahlawan Nasional

Baca: Monumen Bajra Sandhi - Simbol Kepahlawanan Rakyat Bali Melawan Kolonialisme

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved