TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas tidak yakin pemerintah akan mengabulkan lima tuntutan mahasiswa.
Hal ini merespons demo yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
Lima tuntutan yang disuarakan seperti penghentian pemborosan APBN hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau saya lihat dari lima tuntutan itu ya, satu pun gak ada yang direspons. Pak Prabowo ini sepertinya bebal sekali dengan kritik-kritik dari masyarakat," ujar Nando dalam wawancara bersama Tribunnews pada Jumat (12/6/2026).
Kendati demikian, Fernando tetap berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan respons yang bijak terkait demo ini.
"Saya berharap sekali Pak Prabowo selaku presiden mau mendengarkan. Jangan langsung menutup telinga terkait kritik-kritik masyarakat," sambungnya.
Menurutnya, tidak ada salahnya seorang Kepala Negara meminta maaf.
Fernando memperingatkan jika pemerintah tidak merespons tuntutan mahasiswa, aksi yang lebih besar berpotensi terjadi.
"Kalau memang pemerintahan ini ingin bertahan sampai 2029, ubah gaya kepemimpinannya, ubah gaya untuk mendengarkan aspirasi. Tapi kalau itu tidak dilakukan, saya gak yakin pemerintahan ini akan bertahan sampai 2029," pungkas Nando.
(Tribun-Video.com)
Baca: Gemuruh Klakson di Jalan Sudirman! Pemobil dan Pemotor Kompak Sambut Ajakan Demo Mahasiswa
Baca: Aksi Demo di Thamrin Berujung Ricuh! Demonstran Serang dan Panjat Barikade Polisi
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.