Trump Ancam Bakal Bom Iran Sampai Hancur Jika Menolak Tanda Tangani Perjanjian

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon

Video Production: Untung

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melayangkan ancaman militer secara terbuka yang menegaskan bakal menghancurkan wilayah Iran secara total jika pihak Teheran menolak menandatangani perjanjian damai.

Pernyataan keras tersebut disampaikan langsung oleh Trump dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Fox News pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat, di tengah situasi geopolitik yang kembali memanas.

Donald Trump sesumbar bahwa jet tempur milik militer Amerika Serikat saat ini sudah bersiaga dan tengah terbang secara berkala di atas wilayah udara kedaulatan Iran.

Baca: Iran Akui Kapal Kargo Bobot 150 Ton Dibom AS di Laut Oman, Lima Awak Kapal Berhasil Diselamatkan

Berdasarkan klaim sepihak dari Trump, pasukan militer Amerika Serikat dilaporkan telah meluncurkan sebanyak 49 rudal taktis jenis Tomahawk yang menghantam target-target vital jauh di dalam teritorial Iran.

Trump juga menambahkan bahwa dalam operasi penyerangan udara berkala ini, pihak militer sekutu mereka yaitu Israel dipastikan sama sekali tidak ikut berpartisipasi di lapangan.

Di samping itu, Trump mengklaim sejumlah pejabat senior dari pemerintahan Iran sempat menghubungi dirinya secara langsung di Ruang Situasi untuk memohon agar aksi pengeboman massal tersebut segera dihentikan.

Kendati demikian, klaim sepihak dari pihak Gedung Putih tersebut langsung mendapatkan bantahan serta penolakan keras dari seorang pejabat resmi pemerintahan Iran.

Dikutip dari laporan Al Jazeera pada Kamis (11/6/2026), perwakilan pihak Teheran menegaskan bahwa pernyataan Trump mengenai adanya pejabat Iran yang menghubungi dirinya adalah informasi palsu dan sekadar kedok untuk menghindari perang terbuka.

Sebelum adanya eskalasi ini, komando militer AS mengumumkan telah membidik target-target pertahanan Iran yang dituding mengancam keselamatan pergerakan pasukan resmi serta kapal-kapal dagang internasional di kawasan Selat Hormuz.

Aksi saling serang lewat jalur udara antara armada militer Amerika Serikat dan militer Iran ini diketahui telah berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Donald Trump sendiri secara tegas bersumpah akan terus melancarkan lebih banyak gelombang serangan udara mematikan jika pemerintah Teheran tidak kunjung menyetujui poin-poin kesepakatan perdamaian yang diajukan.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda