TRIBUNVIDEO.COM - Pada Agustus 2026 mendatang akan terjadi fenomena langka yang terjadi.
Mengutip earthsky.org, akan terjadi fenomena gerhana matahari total pada Agustus 2026.
Fenomena ini merupakan gerhana matahari kedua yang terjadi di tahun 2026.
Gerhana matahari total akan terjadi tepat pada Rabu, 12 Agustus 2026, mendatang.
Ada beberapa wilayah yang mungkin dilintasi fenomena gerhana matahari total, yaitu Arktik, Greenland, Islandia, dan Spanyol.
Sementara di Eropa Barat dan Amerika Utara akan terlihat gerhana sebagian saja.
Apa Itu Gerhana Matahari? Apakah Terlihat di Indonesia?
Dikutip dari bbc.com, gerhana matahari merupakan peristiwa di mana posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.
Dan pada saat itu Bulan akan melintas diantara Matahari dan Bumi, untuk beberapa waktu cahaya Matahari ke Bumi akan terhalang bayangan Bulan.
Ketika fase total itu terjadi bulan menutupi Matahari, akan tampak corona Matahari akan tampak seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi Bulan.
Untuk dapat menyaksikan gerhana matahari, pastikan kondisi cuaca di wilayah terlihat cerah dan lokasi jangkauan pandangannya luas tanpa terhalang gedung atau pepohonan yang lebat.
Fenomena ini akan terjadi di belahan Bumi utara, sehingga masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikannya secara langsung.
Fase Gerhana Matahari Total
Gerhana sebagian dimulai pada pukul 15:34:11 UTC pada 12 Agustus 2026.
Gerhana total dimulai pada pukul 17:02:06 UTC pada 12 Agustus 2026.
Puncak gerhana pada pukul 17:45:53 UTC pada 12 Agustus 2026.
Gerhana total berakhir pada pukul 18:30:09 UTC pada 12 Agustus 2026.
Gerhana sebagian berakhir pada pukul 19:57:56 UTC pada 12 Agustus 2026.
Momen puncak gerhana terjadi ketika sumbu kerucut bayangan bulan berada paling dekat dengan pusat Bumi, dan hal ini terjadi pada pukul 17:45:53 UTC.
Momen ini merupakan gerhana total yang relatif singkat dengan durasi totalitas maksimum lebih dari dua menit tergantung lokasi.
Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total
Para ahli mengingatkan bahwa gerhana matahari tidak boleh diamati secara langsung tanpa alat pelindung khusus.
Pengamatan harus menggunakan kacamata gerhana berstandar internasional atau metode proyeksi tidak langsung, seperti lubang jarum atau pinhole projector.
Baca: PDIP Pertanyakan Sumber Anggaran Rencana Bansos Tunai Rp5,4 Juta per Orang
Baca: Fenomena Clickbait Disorot, Kemendikdasmen Tegaskan Pentingnya Literasi
(*)
https://www.tribunnews.com/nasional/7840641/kapan-terjadi-gerhana-matahari-total-lagi-simak-cara-aman-untuk-menyaksikannya
Editor Video:Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.