Selat Hormuz Memanas! Mengapa Amerika Menargetkan Pulau Qeshm Milik Iran?

Editor: Radifan Setiawan

Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di tengah terhentinya perundingan gencatan senjata.

Dilansir Guardian, militer AS mengatakan telah menyerang kapal tanker dan sejumlah lokasi di Pulau Qeshm, Iran.

Pasukan AS menembakkan rudal Hellfire untuk melumpuhkan sebuah kapal tanker yang mencoba menerobos blokade Amerika di Selat Hormuz pada Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan rudal dan drone sebagai tanggapan atas serangan di Pulau Qeshm.

Baku tembak terbaru ini dimulai ketika Komando Pusat AS (Centcom) menargetkan sebuah kapal tanker tanpa muatan, M/T Lexie berbendera Botswana, pada hari yang sama.

Centcom mengatakan pesawatnya menembakkan rudal untuk melumpuhkan mesin kapal tanker tersebut.

Kapal itu melintasi perairan internasional menuju Pulau Kharg, Iran, di utara Selat Hormuz dekat Kuwait, setelah awak kapal mengabaikan peringatan berulang kali selama 24 jam.

Tak lama kemudian, militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya mencegat serangan rudal dan drone.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau menyentuh puing-puing, pecahan peluru, maupun benda tak dikenal yang mungkin berasal dari pencegatan target udara musuh.

Sirene peringatan juga berbunyi di Bahrain.(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengapa AS Melancarkan Serangan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz?

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda