TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis.
Instruksi itu disampaikan saat Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (28/5).
Terkait hal itu, PDIP memberikan reaksi keras.
Respons itu disampaikan kader PDIP Guntur Romli melalui cuitannya di akun X pada Jumat (29/5).
Guntur Romli menyoroti sikap Prabowo saat bertemu dengan delegasi luar negeri.
Ia menyoroti Prabowo yang sebelumnya berjanji saat bertemu dengan Presiden Brasil Lula da Silva.
Prabowo pun menginstruksikan agar bahasa Portugis masuk dalam kurikulum pembelajaran.
Baca: Prabowo Langsung Pulang ke Indonesia seusai Kunjungi Prancis, Sempatkan Foto Bersama Pengawal
Guntur Romli kemudian menyoroti janji serupa saat Prabowo bertemu dengan Presiden Macron.
Pasalnya, Prabowo mewajibkan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis.
"Ketemu Presiden Brasil, janji bahasa Portugis. Ketemu Presiden Prancis, janji bahasa Prancis," kata Guntur Romli.
Oleh sebab itu, Guntur Romli menyindir Prabowo terkait pemimpin negara asing mana lagi yang akan diberikan janji.
Kader PDIP itu juga menyebut para guru dan murid bingung lantaran banyak bahasa asing yang harus dipelajari.
Guntur Romli pun mempertanyakan apakah janji Prabowo hanya sekadar untuk menyenangkan delegasi asing.
"Murid & guru jadi bingung. Banyak banget bahasa asing yang harus dipelajari. Pemimpin negara asing mana lagi yg mau dijanjiin? Cuma buat nyenengin aja ini atau gimana? Tapi kan ketahuan," lanjutnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis dan Portugis, Susah Mana Menurut Riset?
# Lula da Silva # Emmanuel Macron # Prabowo Subianto # Guntur Romli # pdip
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.