Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi pembubaran ibadah umat Kristen.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (25/5/2026) di Gereja Kristen Misi Sejahtera (GMS), Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
Sultan menekankan pentingnya memahami perbedaan karena sejatinya Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda.
Menurutnya, keberagaman di tengah masyarakat adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima oleh semua pihak.
Baca: Pembunuh Wanita di Bogor Sudah Rencanakan Aksi: Ingin Kuasai Harta Korban dengan Dalih Sakit Hati
Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa paling benar.
"Ya, yang namanya manusia itu perbedaan itu ada. Tapi kadang tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal-usulnya juga dari yang berbeda," kata Sultan, dikutip dari Tribun Solo pada Senin (25/5/2026).
Terkait kelanjutan dari pembubaran ibadah, Sultan menyebutkan hal itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
"Ya bukan wewenang saya kalau itu. Itu aspek yang lain, gitu. Wewenang di tempat lain," sambungnya.
Baca: Motif Pembunuhan Wanita yang Jasadnya Dilempar dari Atas Tol Bogor, Sakit Hati Bahas Orangtua
Kejadian bermula ketika GMS memindahkan lokasi ibadah dari hotel ke sebuah bangunan di pinggir Jalan Ring Road Selatan Yogyakarta.
Pemindahan dilakukan karena jemaat kesulitan menyewa ruang hotel secara terus menerus.
Kemudian datang rombongan berjumlah sekitar 15 orang ke lokasi tersebut dan melakukan protes.
Beruntung aparat kepolisian segera bertindak dan mempertemukan kedua pihak.
Baca: Safari Jokowi Dikaitkan Pemilu 2029, Projo: Belum Ada Deklarasi Apapun
Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa kegiatan ibadah dihentikan sementara hingga seluruh dokumen perizinan resmi diterbitkan.
Pihak gereja menyetujui tuntutan tersebut dan meminta waktu singkat untuk menutup ibadah.
Kesbangpol DIY menegaskan bahwa akar penolakan tersebut murni dilatarbelakangi persoalan administratif terkait alih fungsi bangunan menjadi rumah ibadah yang belum mengantongi izin resmi.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Respon Sri Sultan HB X soal Insiden Penolakan Ibadah Jemaat Gereja di Bantul
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.