Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM- Rencana pemerintah menjadikan Kertajati International Airport sebagai pusat pemeliharaan pesawat Lockheed C-130 Hercules Amerika Serikat (AS) se-Asia menuai kontroversi.
Pasalnya, muncul kekhawatiran bandara tersebut akan berkembang menjadi pangkalan militer AS.
Diketahui, wacana itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, saat bertemu Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan bahwa Hegseth menawarkan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan C-130 Hercules se-Asia.
Baca: Iran Tegaskan Musuh Menyesal jika Lanjut Perang, Kekuatan Militer Siaga Hadapi Konflik Baru Lawan AS
Baca: Peserta Aktif BPJS Kesehatan Tembus 79 Persen, Strategi Baru Mulai Diterapkan
Sjafrie selanjutnya melapor kepada Presiden Prabowo Subianto dan hasilnya disepakati Bandara Kertajati.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengatakan pemerintah perlu berhati-hati dalam mengeksekusi kerja sama strategis itu.
Apalagi, Bandara Kertajati hingga sekarang masih berstatus bandara penerbangan sipil.
Dengan begitu, pemerintah perlu menyiapkan penyesuaian regulasi, tata kelola, dan pengaturan zonasi secara jelas agar tidak menimbulkan gangguan.
"Jika fasilitas tersebut eksklusif untuk mendukung operasional pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia, maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia," kata Hasanuddin, dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/5/2026).
(*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.