Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak Iran lewat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatakn kepada global.
Di mana dia menyebut bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya memicu konflik baru.
Baca: Perang Iran Bisa Meledak Lagi? Israel dan AS Gelar Pertemuan Bahas Serangan Lanjutan ke Teheran
Sekaligus berupaya menyeret kawasan ke dalam perang baru.
Mengutip Tasnim pada (16/5), hal ini diutarakan Araghchi pada hari kedua pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi, Jumat (15/5/2026).
Kemarin, Araghchi dan mitranya dari Afrika Selatan, Ronald Lamola, membahas hubungan bilateral, perkembangan regional, dan kerja sama multilateral.
Baca: Haus Perang! Militer Israel Desak AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Kini Rapat Rahasia Bahas Skenario
Dia menyatakan bahwa selama konflik 40 hari sebelumnya, Iran diserang di tengah-tengah negosiasi.
Sementara pihak lawan menyatakan tujuannya adalah "penyerahan tanpa syarat" Republik Islam Iran.
Namun, Araghchi menekankan bahwa baik tujuan itu maupun tujuan lain yang dinyatakan tidak tercapai.
Baca: SIAGA PERANG! Mojtaba Khamenei Keluarkan Perintah Baru, Iran Siap Hadapi AS & Israel
Sekaligus menyatakan bahwa pihak lawan terpaksa meminta gencatan senjata sejak minggu kedua perang.
Araghchi juga menekankan bahwa Netanyahu adalah seorang "penjahat perang" yang bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan ribu orang di Gaza dan ribuan lainnya di Lebanon dan bagian lain di kawasan itu.
Di akhir pernyataannya, Araghchi memperingatkan bahwa perdana menteri Israel itu masih berupaya untuk menjerumuskan seluruh kawasan ke dalam perang baru. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkaitĀ di sini
Artikel ini telah tayang di Tasnim dengan judul Iran Memberi Peringatan: Netanyahu Berupaya Menyeret Kawasan ke Perang Baru
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.