Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 1.525 anggota korps lapis baja militer Israel menandatangani sebuah petisi yang menyerukan kepada pemerintah untuk mengutamakan pembebasan para sandera yang masih ditahan di Gaza.
Bahkan jika hal tersebut harus dilakukan dengan mengorbankan kelanjutan operasi militer.
Dilansir dari Anadolu Agency dan surat kabar Maariv, para penandatangan terdiri dari prajurit aktif, veteran, hingga mantan pejabat tinggi militer seperti komandan divisi dan kepala korps lapis baja.
Baca: Hamas Luncurkan Serangan Balasan Usai Serangan ke RS Gaza, Roket Hujani Kota-Kota di Israel
Baca: Saling Tolak Draft Gencatan Senjata, Hamas Ogah Lucuti Senjata Petempurnya: Ini Garis Merah!
Mereka menyerukan agar pemerintah Israel mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membebaskan para sandera.
Dalam pernyataannya, para prajurit menyampaikan bahwa pembebasan sandera adalah prioritas kemanusiaan yang harus diutamakan di atas segala bentuk konflik bersenjata.
Petisi ini menjadi sorotan karena datang langsung dari kalangan militer yang umumnya mendukung strategi pertahanan negara.
Seruan tersebut menambah tekanan terhadap pemerintah Israel untuk mengkaji kembali strategi militernya di wilayah Gaza, serta mempertimbangkan langkah-langkah diplomatik dan kemanusiaan yang lebih kuat.
(Tribun-Video.com)
Program: To The Point
Host: Tita Syarif
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lebih dari 1.500 Tentara Korps Lapis Baja Israel Menuntut Diakhirinya Perang di Gaza, Bikin Petisi
#TentaraIsrael #KorpsLapisBaja #PerangGaza #BebaskanSandera #ProtesMiliterIsrael #HentikanPerang #IsraelGaza #IDF #PetisiTentara #VeteranIsrael #KrisisGaza #BenjaminNetanyahu #Hamas #BeritaInternasional #MiliterIsrael #KonflikTimurTengah #GencatanSenjata #DiplomasiDamai #BeritaDunia #SeruanPerdamaian
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.