Alasan Rusia, Belarus, Kuba, & Korea Utara Tak Terdampak Kebijakan Baru Donald Trump soal Impor

Editor: Panji Anggoro Putro

Reporter: Linda Pancaningrum

Video Production: valencia frida varendy

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan alasan Rusia, Belarus, Kuba, dan Korea Utara tidak masuk dalam daftar tarif baru yang ditetapkan
oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Karoline Leavitt mengatakan karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan di negara tersebut setelah invasinya ke Ukraina telah menghalangi perdagangan antara AS dan Rusia di 2022.

Baca: 3 Gebrakan Pemerintahan Prabowo Hadapi Kebijakan Baru Donald Trump soal Tarif Impor 32 Persen

Dikutip dari Tribunnews.com, atas hal ini disebut perdagangan tahunan AS-Rusia telah berkurang menjadi hanya $3,5 miliar per tahun sejak sanksi tersebut berlaku.

Sementara itu untuk Kuba, Korea Utara dan sekutu utama Rusia, Belarus, tidak dimasukkan dalam daftar tarif baru Trump karena alasan yang sama.

Keterangan ini disampaikan oleh Leavitt kepada Axios, Kamis (3/4/2025).

"Kuba, Korea Utara dan sekutu utama Rusia, Belarus, tidak dimasukkan dalam daftar tarif baru Trump karena alasan yang sama," kata Leavitt kepada Axios, Kamis (3/4/2025).

Baca: Prabowo Punya 3 Strategi Hadapi Kebijakan Trump yang Kenakan Tarif Impor 32 Persen kepada Indonesia

Sementara itu dilansir dari Newsweek meski demikian, Iran dan Suriah, yang juga ikut menghadapi embargo dan sanksi berat yakni 10 dan 40 persen.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif pada sekutu dan musuh termasuk Eropa, India, Jepang dan China.

Saat dunia dilanda perang dagang, Trump mengenakan tarif pada sebagian besar barang yang diimpor ke Amerika Serikat.

Atas kebijakan ini China, sebagai pemasok barang terbesar ke AS, juga menghadapi hal yang sama pada semua ekspor ke konsumen terbesar di dunia.

Sementara itu Trump menyebut kebijakan ini untuk menghadapi perang ekonomi yang tiada henti dan AS disebut tidak dapat lagi melanjutkan kebijakan penyerangan ekonomi sepihak,Rabu (2/4/2025).

Baca: Presiden AS Donald Trump Umumkan Tarif Impor Mobil 25 Persen, Jepang dan Kanada Akan Balas

"Dalam menghadapi perang ekonomi yang tiada henti, Amerika Serikat tidak dapat lagi melanjutkan kebijakan penyerahan ekonomi sepihak," kata Trump saat menyampaikan tarif pada hari Rabu (2/4/2025).

Perlu diketahui, setelah tarif baru diumumkan pasar saham di seluruh dunia anjlok dan sejumlah pemimpin negara kecewa serta disebut akan menyiapkan balasan. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com).

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengapa Rusia, Belarus, Kuba, dan Korea Utara Tak Kena Tarif Timbal Balik dari AS

# TRIBUNNEWS UPDATE  # impor  # Amerika Serikat  # Donald Trump 
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda