Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Houthi kembali melancarkan serangan balasan secara beruntun ke posisi AS.
Serangan ini diluncurkan seusai AS menyerang Yaman hingga menewaskan setidaknya tiga warga sipil.
Kini Houthi menggempur tiga kapal induk nuklir AS hanya dalam 24 jam.
Dikutip dari Times of India, hal itu dikonfirmasi Juru Bicara Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree.
Ia mengatakan Houthi telah melancarkan operasi baru dengan menargetkan kapal USS Harry S. Trauman.
Tak hanya itu, Houthi juga menyerang kapal induk AS di Laut Merah.
Serangan bertubi-tubi ke tiga kapal induk AS dilakukan selama 24 jam.
Houthi menyebut operasi itu melibatkan Angkatan Laut Yaman, Angkatan Roket dan Angkatan Udara.
Serangan bertubi-tubi itu menggunakan rudal jelajah dan pesawat nirawak.
Meski telah menyerang tiga kapal induk nuklir AS, Houthi menegaskan pertempuran masih akan berlangsung.
Saree mengklaim serangan itu merupakan pembalasan agresi AS ke Yaman.
Pasalnya, AS melakukan serangan udara dengan menargetkan Kota Barat Hodeida di Yaman.
Dikutip dari Kompas.com, serangan udara AS mengakibatkan tiga orang tewas dan dua lainnya terluka.
Serangan AS juga menargetkan beberapa wilayah di bawah kendali Houthi yang didukung Iran.
Serangan AS juga menghantam benteng kelompok pemberontak Saada di utara.
Sementara itu, AS mengancam akan menyerang infrastruktur nuklir Iran.
Terkait ancaman tersebut, Rusia justru membela Teheran.
Negara yang dipimpin Vladimir Putin ini justru mengancam balik AS.
Dikutip dari Tribunnews.com, ancaman itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov.
Hal itu disampaikan saat ia diwawancara dalam jurnal Rusia bertajuk "International Affairs".
Ryabkov mengutuk ancaman AS menyerang infrastruktur Teheran.
Menurutnya metode tersebut tidak pantas dilakukan.
Sebaliknya, ancaman itu dinilai sebagai cara AS memaksakan keinginannya sendiri kepada pihak Iran.
"Kami menganggap metode tersebut tidak pantas, kami mengutuknya, kami menganggapnya sebagai cara bagi [AS] untuk memaksakan keinginannya sendiri pada pihak Iran." katanya.
Oleh sebab itu, Rusia mengancam AS akan mendapat 'bencana' jika tetap menyerang infrastruktur nuklir Teheran.
Di satu sisi, Kremlin memang telah menawarkan menjadi penengah antara pemerintahan Trump dan Iran.
Adapun hal itu telah menandatangani perjanjian kemitraan strategis pada bulan Januari lalu.
Sementara kini Trump mengatakan Teheran akan menghadapi pemboman jika tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bangunkan Harimau Tidur, Gantian Rusia Siapkan Bencana untuk AS Jika Nekat Serang Nuklir Iran
Artikel ini telah tayang di Times of India dengan judul Trump Terkejut Saat Houthi Menyerang Kapal Perang AS 'Tiga Kali Dalam Beberapa Jam'
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Houthi Klaim 3 Orang Tewas karena Serangan AS di Yaman
Trump Kaget Houthi Bom 3 Kapal Perang AS dalam 24 Jam hingga Rusia Ancam AS Jika Serang Nuklir Iran
Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Difa Isnaeni Azizah
Sumber: Tribunnews.com
Profil Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes dengan Harta Rp 87,8 Triliun
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.