Seusai Mencekamnya Myanmar Dibombardir, Junta Militer Larang Wartawan Asing Meliput Lokasi Gempa

Editor: Tri Hantoro

Reporter: Maria Nanda Ayu Saputri

Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Junta militer dilaporkan membombardir kota-kota di Myanmar seusai negara berkonflik itu dilanda gempa magnitudo 7,7. 

Kini, Junta militer melarang wartawan asing untuk meliput di lokasi gempa Myanmar.

Dikutip dari South China Morning Post, Junta militer dilaporkan mengebom wilayah Sagaing dan Mandalay. 

Adapun serangan udara itu diluncurkan pasca gempa bumi melanda Myanmar. 

Sementara kini Junta melarang jurnalis asing meliput daerah-daerah yang terkena dampak gempa. 

Dikutip dari Kompas.com, larangan itu disampaikan Juru Bicara Junta militer, Zaw Min Tun. 

Ia menyatakan bahwa situasi Myanmar saat ini masih mencekam. 

Baca: Gempa Myanmar Meningkatkan Korban Jiwa, Junta Tetap Menolak Gencatan Senjata: Khawatir Dimanfaatkan

Baca: Myanmar Mencekam! Militer Junta Larang Wartawan Asing Liput Berita Gempa, Kini Terisolasi?

Oleh sebab itu, tidak memungkinkan bagi wartawan asing melakukan peliputan. 

“Jurnalis asing tidak mungkin datang, tinggal, mencari tempat berteduh, atau bergerak di sini. Kami ingin semua orang memahami hal ini,” kata Zaw Min Tun

Namun pelarangan ini menuai kontroversi lantaran banyak yang menilai Junta berupaya menghalangi bantuan kemanusiaan. 

Seperti diketahui, pembatasan hingga pemblokiran terhadap jurnalis asing telah dilakukan Junta sejak kudeta 2021 lalu. 

Sejak saat itu, Junta yang menggulingkan pemerintahan terpilih membatasi akses informasi hingga bantuan kemanusiaan. 

Bahkan para jurnalis yang berusaha menentang kebijakan junta mengalami penangkapan dan pembunuhan. 
 
(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Junta Myanmar Larang Wartawan Asing Liput Bencana Gempa Magnitudo 7,7"

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda