Israel Takut & Terancam Dikepung Pasukan Mesir hingga Rentetan Roket Brigade Al Quds Bombardir IDF

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com

Video Production: Difa Isnaeni Azizah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Israel merasa terancam seusai pasukan Mesir menumpuk di Semenanjung Sinai.

Adapun pengerahan pasukan Mesir ini disebut melebihi kuota dan melanggar perjanjian perdamaian.

Dikutip dari Tribunnews.com, seorang narasumber Israel yang enggan disebutkan namanya mengatakan Mesir menumpuk pasukan di Semenanjung Sinai.

Penumpukan pasukan yang melebihi kuota yang diizinkan disebut untuk memperluas fasilitas pelabuhan.

Selain itu, pasukan Mesir dikerahkan bertujuan untuk memperluas landasan pacu di bandara.

Narasumber keamanan itu mengklaim tindakan Mesir ini telah melanggar perjanjian perdamaian dengan Israel.

Ia mengatakan Mesir bisa menarik kembali tank-tank miliknya.

Pasalnya, Israel merasa terancam dengan situasi tersebut.

Bahkan Israel disebut tidak akan menoleransi pelanggaran dari Mesir.

Di satu sisi, Israel disebut sedang berdiskusi dengan Mesir dan AS terkait pengerahan pasukan di Semenanjung Sinai.

AS merupakan sosok yang bertanggung jawab menegakkan perjanjian perdamaian dan harus memastikan berjalan semestinya.

Sementara militer Israel sendiri belum buka suara terkait tindakan Mesir mengerahkan pasukan melebihi kuota perjanjian di Semenanjung Sinai.

Sementara itu, Brigade Al Quds bangkit kembali menyerang posisi Pasukan Pertahanan Israel pada Senin (31/3/2025).

Kali ini Al Quds menyerang Pangkalan Udara Hatzrim yang berada di Kibbuts Israel.

Detik-detik penyerangan diunggah di Telegram Al Quds.

Dinarasikan Brigade AL Quds menyerang dan mengebom Israel dengan rentetan roket.

Semburan roket itu disebut menewaskan beberapa tentara Israel.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mesir Tumpuk Pasukan di Sinai, Perbesar Landasan Pacu, Israel Terancam: Tak Bisa Ditoleransi 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda