Sejarah Masjid Tertua di Pulau Timor, Bukti Nyata Toleransi Antara Umat Beragama

Editor: Radifan Setiawan

Video Production: Damara Abella Sakti

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Masjid Agung Al-Baitul Qadim atau yang dikenal dengan Masjid Agung Airmata merupakan masjid tertua di Pulau Timor dengan usia lebih dari 200 tahun.

Masjid yang namanya memiliki arti "rumah pertama" ini dibangun oleh seorang Ulama bernama Sya'ban bin Sanga yang menginjakan kakinya di Pulau Timor pada tahun 1800an.

Lantas, seperti apa perjalanan Sya'ban bin Sanga hingga berhasil merampungkan pembangunan Masjid Agung Al-Baitul Qadim?

Pada awalnya, Sya'ban bin Sanga beserta para pengikutnya membangun sebuah Suro di Kelurahan Fatubesi.

Namun, karena wilayah tersebut akan dijadikan sebagai kawasan dinas Pemerintah Belanda, Sya'ban bin Sanga dan para pengikutnya diminta untuk pindah tempat.

Kepiawaian Sya'ban bin Sanga menjalin relasi dengan rasa toleransi yang tinggi, Raja Timur menghibahkan lahar miliknya kepada Sya'ban bin Sanga untuk dibangun Masjid dengan ukuran 10 meter x 10 meter.

Setelah berhasil menghadang pihak Belanda dengan strateginya, Sya'ban bin Sanga pun merancang Masjid Agung Airmata dengan memadukan unsur Arab, China, Melayu, dan Jawa, sebagai simbol persatuan.

Dengan bantuan warga, Masjid pun mulai dibangun pada tahun 1806 dan selesai pada tahun 1812.

Setelah berhasil merampungan pembangunan Masjid, Sya'ban bin Sanga memberikan tanggungjawab kepengurusan Masjid kepada tiga putranya yaitu Birando, Abdulah, dan Syahfudin atau Bofeiq.

Ketiganya mengemban tugas kepengurusan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

Meski telah berusia ratusan tahun, namun pengurus Masjid dan masyakarat masih tetap melestarikan tradisi-tradisi dan strategi dakwah yang telah ditanamkan oleh Sya'ban bin Sanga sejak dahulu. Apa sajakah tradisi-tradisi itu?(*)

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda