Harga Emas Antam Anjlok Per Jumat 25 Februari 2022, Diduga Kuat Buntut Konflik Rusia dan Ukraina

Editor: Aditya Wisnu Wardana

Video Production: Rahmat Gilang Maulana

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Harga emas Antam pada Jumat (25/2/2022) hari ini adalah Rp 975.000 per gram.

Dikutip dari logammulia.com, harga emas Antam turun sebesar Rp 19.000 per gram dari hari sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback emas hari ini yakni Rp 882.000 per gram.

Harga buyback emas juga mengalami penurunan sebanyak Rp 19.000 per gram dari hari sebelumnya.

Harga buyback emas Antam atau harga yang didapatkan ketika pemegang emas Antam ingin menjualnya juga mengalami perubahan.

Perlu diketahui, perhitungan harga emas tersebut berlaku di kantor pelayanan Antam Pulo Gadung, Jakarta.

Baca: Risiko Meningkat Seusai Rusia Umumkan Operasi Militer, Sejumlah Maskapai Hentikan Penerbangannya

Sementara di gerai penjualan emas Antam lainnya bisa jadi mematok harga berbeda.

Berikut rincian harga emas Antam pada pecahan lainnya per Jumat, 25 Februari 2022:

Harga emas batangan 0,5 gram: Rp 537.500

Harga emas batangan 1 gram: Rp 975.000

Harga emas batangan 2 gram: Rp 1.890.000

Baca: Dampak Konflik Rusia-Ukraina bagi Indonesia, Krisis Energi jadi Sorotan Penting Pemerintah

Harga emas batangan 3 gram: Rp 2.810.000

Harga emas batangan 5 gram: Rp 4.650.000

Harga emas batangan 10 gram: Rp 9.245.000

Harga emas batangan 25 gram: Rp 22.987.000

Harga emas batangan 50 gram: Rp 45.895.000

Harga emas batangan 100 gram: Rp 91.712.000

Harga emas batangan 250 gram: Rp 229.015.000

Harga emas batangan 500 gram: Rp 457.820.000

Harga emas batangan 1.000 gram: Rp 915.600.000

Catatan Redaksi: Harga emas dilansir logammulia.com, dapat berubah sewaktu-waktu. (*)

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Harga Emas Antam Jumat, 25 Februari 2022: Turun Drastis Rp 19.000, Jadi Rp 975.000 per Gram

 

# emas Antam # Harga emas # Konflik Rusia Vs Ukraina # rusia ukraina perang # perang # ledakan # rusia ukraina kenapa

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda