Kanal

Lebih dari 100 Hari, Kondisi TKP Kasus Subang Gelap Gulita dan Masih Dipasangi Garis Polisi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus kematian Tuti Suhartini dan anaknya, Amalia Mustika Ratu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Proses penyidikan sudah berjalan lebih dari 100 hari.

Kondisi TKP pembunuhan di Dusun Ciseuti pun tak lagi ditinggali dan tak ada penerangan apapun.

Berdasarkan pantauan pada Rabu (1/12) rumah Tuti dan Amalia itu masih dipasangi garis polisi.

Baca: Komentar Kapolda Jabar terkait Kasus Subang, Singgung soal Saksi Kunci

Sejak 18 Agustus, rumah TKP kasus tidak ditinggali sehingga kondisinya tak terurus dan kotor.

Bahkan menjelang malam hari, tidak ada pencahayaan sama sekali di area TKP tersebut.

Pasalnya lampu listrik sudah padam.

Bukan hanya itu, di TKP masih terparkir sedan milik Yoris (34) anak tertua Tuti masih terparkir di halaman.

Baca: Kabar Terkini Kasus Subang, Penyidik Ulangi Pemeriksaan, Kapolda Jabar Tegaskan Tak Ada Saksi Kunci

Selain itu juga, dua karangan bunga ucapan duka dari rekan-rekan korban sudah terlihat luntur dan juga sudah tergeletak seperti sampah dan rumput liar pun sudah tumbuh sangat tinggi.

Lokasi kejadian perkara perampasan nyawa ibu dan anak ini bisa juga masih dalam proses penyidikan hingga tidak lagi ditempati untuk sementara waktu.

Dapat diketahui, kasus perampasan nyawa Tuti serta Amalia tersebut sudah memasuki hari ke-106.

Saat ini sudah dilimpahkan ke Polda Jabar, tapi masih juga belum terungkap siapa pelaku perampasan nyawa ibu dan anak tersebut.

Selama 106 hari kasus tersebut terdapat beberapa fakta, namun dari fakta-fakta tersebut masih juga belum mengarah terhadap pelaku dari perampas nyawa Tuti serta Amalia.(tribun-video.com/tribunjabar.id)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 106 HARI KASUS SUBANG, Begini Penampakan TKP Perampasan Nyawa, Gelap dan Kotor Timbulkan Kesan Horor

# kasus Subang # TKP  # garis polisi # Tuti Suhartini # Amalia Mustika Ratu

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: sara dita
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribun Jabar

Video Populer