Terkini Daerah

Sebelum Tewas, Anak Korban Pembunuhan di Bekasi Tulis Surat: Mama Papa Maafin Kakak Sudah Buat Marah

Rabu, 14 November 2018 09:33 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus korban pembunuhan satu keluarga yang beralamat di Jalan Bojong Nangka 2 RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018) masih diselidiki kepolisian.

Sebelum ditemukan tewas, sang anak pertama bernama Sarah Boru Nainggolan (9) menulis surat untuk ibunya Maya Boru Ambarita (37).

Surat tersebut diunggah oleh akun Facebook Maya Sosya Ambarita pada Senin (12/11/2018), sehari sebelum keluarga tersebut dibunuh.

Dalam unggahan Maya tersebut, ia menuliskan bahwa dirinya mendapatkan surat dari anaknya yang masih kelas 3 SD.

Saat membacanya, Maya mengaku bahwa ia tersenyum-senyun sendiri.

Baca: Fakta-Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dirinya juga mendoakan agar anaknya selalu diberkati Tuhan.

"Dapat surat dari boru panggoaran
masih kls 3sd.. lucu jg ya senyum2 membaca-y asal lah ga cuma tulisan doank...hehehehe TUHAN Memberkatimu ya boru...jd anak yg takut akan TUHAN," tulis akun Facebook Maya Sofya Ambarita.

Rupanya, Sarah Boru menulis sebuah permintaan maaf pada kedua orangtuanya.

Dalam surat tersebut Sarah juga berjanji bahwa tak akan melawan lagi.

Ia juga menyampaikan terima kasih pada orangtuanya yang telah merawat dirinya dari bayi hingga sekarang.

"Dari Sarah

Mama dan Papa maafin kakak.

Kakak sudah bikin Mama dan Papa marah.

Kakak janji tidak akan melawan lagi.

Kakak akan nurut sama Mama dan Papa.

Akan rajin berdoa menyembah, membaca alkitab, ngga takut lagi sama setan.

Kakak akan takut sama Tuhan Yesus.

Makasih Mama dan Papa sudah merawat kakak dari bayi, balita, anak-anak.

Mama sudah capek masak buat kakak, Papa kerja buat kakak.

Makasih Mama dan Papa," isi surat ang ditulis Sarah.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Tetangga Dengar Korban Bahas Uang dan Mobil

Sementara itu, pihak kepolisian masih mengusut tuntas kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini.

Dilansir dari Wartakota, Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Selasa (13/11/2018) mengatakan bahwa biasanya pembunuhan sadis seperti ini ada latar belakang balas dendam.

Namun pihaknya tidak bisa berspekulasi lantaran kasus satu dengan yang lain belum tentu sama.

"Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian. Tapi polisi tidak boleh menduga seperti itu, kami melihat dari fakta hukum. Kasus per kasus itu tidak bisa dibandingkan apple to apple. Setiap kasus punya karakter sendiri, nggak bisa sama. Secara umum oke, kalau secara global ya bisa dibilang 'diduga'. Tapi kasus pembunuhan sadis dan lebih dari satu orang, mayoritas karena dendam," ungkap Dedy.

Namun ia menyebutkan bahwa kemungkinan pelaku telah memiliki rencana lantaran korban dihabisi dengan cara dicekik dan di tusuk.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sehari Sebelum Dibunuh, Sang Anak Sempat Tulis Surat untuk Ibunya

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved