Jadi Satu-satunya Sandera Napi Mako Brimob yang Selamat, Bripka Iwan: Teman Minta Langsung Ditembak

Kamis, 17 Mei 2018 14:37 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Bripka Iwan Sarjana, sandera napiter Mako Brimob yang selamat, memberi kesaksian.

Satu-satunya Anggota Densus 88 yang selamat itu masih jalani perawatan di RS, seperti diberitakan TribunJakarta.com.

Terlihat matanya masih diperban dalam video unggahan saluran Youtube Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (15/5/2018).

Ia menceritakan matanya ditutup sehingga tak bisa melihat.

Kaki dan tangannya juga diikat sehingga tak bisa bergerak.

"Paling yang saya dengar saya disandera, ditutup mata saya jadi tidak bisa melihat dan bergerak karena kaki dan tangan diikat," ujar Bripka Iwan.

Seorang teroris, yang tak ia ketahui siapa, kemudian berkata padanya, bahwa teman Iwan yang masih muda tak mau diinterogasi lalu minta ditembak.

"Saya hanya mendengar salah satu teroris mengatakan di situ ada temanmu, adikmu yang masih muda itu saya interogasi tidak mau langsung saya eksekusi, dia minta langsung ditembak saja daripada saya diinterogasi," jelas Bripka Iwan.

Baca: Andika Surachman Keberatan Atas Tuntutan JPU dan Sebut Tidak Berniat Menipu Calon Jemaah

Iwan mengaku mempunyai kesempatan 99 persen mati dan hanya 1 persen hidup dalam kondisi yang snagat mencekam itu.

Kesempatan yang hanya sebesar 1 persen itu pun ternyata diberikan Allah padanya.

"Saya berfikir presentasi saya 99 persen mati dan satu persennya hidup, dan satu persen itu Allah kasih pada saya," ungkap sosok yang masih tertidur di sebuah kamar tersebut.

Selama disandera, Iwan tak berhenti berdoa dan berdzikir serta berharap keluar dengan selamat.

"Jika saya diberi takdir mati biarkan saya mati di sini, jika ditakdirkan hidup berarti Allah masih berikan saya kesempatan untuk mengabdi pada Polri," sahut Bripka Iwan.

Kemudian akhirnya ia dilepas ketika para napi itu meminta makanan.

Baca: 5 Makanan yang Harus Dihindari Biar Kamu Nggak Bau Mulut Saat Berpuasa!

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya teman terbaik saya, tim saya, rekan-rekan saya sudah memperjuangkan negara ini hingga titik darah penghabisan saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya sangat menyesal sekali, saya juga berterimakasih pada pimpinan memperjuangkan nasib anak buahnya walaupun saya disandera hingga dilepaskan kembali. Pesan untuk teman-teman kita harus semangat untuk memberantas teroris dan kekejamannya," ungkap Bripka Iwan soal duka terhadap kepergian kawan-kawannya.

Simka video di atas.(*)

Tonton juga:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Video
Tags
   #sandera   #Mako Brimob
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help