Andika Surachman Keberatan Atas Tuntutan JPU dan Sebut Tidak Berniat Menipu Calon Jemaah

Kamis, 17 Mei 2018 14:14 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUN-VIDEO.COM, DEPOK - Direktur Utama Andika Surachman menyampaikan keberatan atas tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara serta denda Rp 10 Miliar subsider penjara 1 tahun 4 bulan dalam kasus First Travel.

Hal itu disampaikan Andika saat membacakan nota pembelaan pribadi dalam sidang lanjutan First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (16/5/2018).

"Majelis hakim yang kami muliakan, pak JPU yang kami hormati bahwa berujung pada tuntutan JPU kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil selama persidangan," kata Andika dengan nada tegas.

Baca: Andika Surachman Keberatan Atas Tuntutan JPU dan Sebut Tidak Berniat Menipu Calon Jemaah

Andika kemudian melanjutkan bacaan secarik kertas yang berisi tentang nota pembelaannya itu.

Dia merasa, apa yang dituduhkan kepada dirinya tidak sesuai dengan fakta persidangan.

Pasalnya, Andika merasa tidak ada niat maupun maksud untuk menipu para calon jemaah.

" 8 tahun kami menjalankan usaha ini sudah lebih dari 160 ribu jemaah kami berangkatkan jamaah sampai tahun 2017 tidak ada satupun yg tidak saya berangkatkan," kata Andika.

Andika justru menuduh pihak Kementrian Agama sangat ceroboh mencabut izin First Travel yang akhirnya membuat puluhan ribu calon jemaah terlantar.

"Tidak bisa kami bayangkan langkah cerobah Kemenag karena hingaa saat ini pun tidak ada langkah konkrit dari mereka untuk menyelesaikan masalah jamaah," jelas Andika.

Diketahui, dalam persidangan kali ini ketiga terdakwa bos First Travel menyampaikan nota pembelaan atas tuntuntan Jaksa Penutut Umum (JPU).

Simak videonya di atas! (*)

TONTON JUGA:

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help