Viral
Diminta Bersyukur! Pedagang Es Kue asal Bogor Ngaku Tak Dapat Bantuan, Auto Kena Semprot KDM
TRIBUN-VIDEO.COM - Pedagang es kue Suderajat (50) mendapat rezeki berlimpah. Namun hingga kini dia masih merasa belum cukup.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampai mengingatkan tentang rasa syukur pada Jajat.
Insiden di Kemayoran, Jakarta Pusat membawa berkah bagi Suderajat.
Dia awalnya difitnah dua oknum aparat.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa menuduh Jajat menjual es kue yang terbuat dari spons.
Tuduhan tersebut terbukti fitnah berdasarkan hasil pengecekan Tim Dokkes disebutkan bahwa es kue Jajat aman dikonsumsi.
Atas kejadian ini, Jajat mendapat simpati publik.
Satu di antaranya perhatian Gubernur Jabar KDM (Kang Dedi Mulyadi).
Baca: Anggota TNI Serda Heri Cuma Bisa Pasrah Terima Hukuman usai Fitnah Penjual Es Gabus, Ditahan 21 Hari
Sebelum kejadian, Jajat sudah menerima bantuan program rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebesar Rp 20 juta.
Bantuan itu dibagi menjadi, Rp 18 juta bentuk bahan bangunan dan Rp 2 juta upah bagi pekerja.
Lalu Dedi Mulyadi memberi uang Rp 15 juta.
"Rp 10 juta untuk ngontrak karena ngitungnya Rp 800 per bulan, utang sekolah Rp 200 ribu, sama utang warung Rp 200 ribu," kata Dedi di Youtube.
Jajat rupanya memiliki rumah pribadi hasil dari warisan orang tua di Rawapanjang, Kabupaten Bogor.
Untuk merenovasi rumah, Dedi menambahkan bantuan lagi sebesar Rp 20 juta.
"Saya gak mau kasih duit lagi. Saya DP Rp 10 juta, nanti udah selesai saya bayar lagi Rp 10 juta lagi. karena ini kewajiban negara ada warga rumahnya kategori tidak layak huni," kata Dedi Mulyadi.
Baca: Respons Produsen Es Gabus yang Dijual Kakek Suderajat: Spons Lebih Mahal, Untung Nggak Ada
Ia pun menanyakan total bantuan uang yang diterima Jajat.
"Pasti babeh banyak duit sekarang," kata KDM.
Tak disangka Jajat justru mengaku tidak memiliki uang.
"Boro-boro sekarang masih nganggur," kata Suderajat.
"Bilang punya banyak," tegur Pak RW.
Padahal sudah banyak sekali pihak yang memberi bantuan untuk Suderajat.
"Bidan seruni Rp 10 juta, TikTok pundi amal Rp 25 juta, owner Rp 10 juta, Staf Kepresidenan Rp 10 juta, polsek Rp 10 juta, artis Malaysia umroh besok," kata Ketua RW.
Suderajat pun mendapat teguran karena tabiatnya.
"Jangan dihilangin terus rejeki orang," kata ketua RW.
"Babeh berarti duitnya banyak sekarang," kata Dedi Mulyadi.
"Berkah dari Allah," jawab Jajat.
Baca: Ngaku Ngontrak ke Dedi Mulyadi, Penjual Es Gabus Ternyata Dibelikan Rumah oleh Orang Tua
Dedi Mulyadi mengingatkan soal rasa bersyukur pada Jajat.
"Harus disyukuri, dinikmati. Sekarang dimana duitnya ?" tanya Dedi.
Ia mengaku uang hasil bantuan itu disimpan anaknya, Andi, di bank.
"Di bank pak sama si Andi," kata Jajat.
Dengan total keseluruhan uang, Dedi mengatakan seharusnya bisa mengubah kehidupan Jajat.
"Itu uang kalau bener punya semangat usaha itu bisa maju dengan uang segitu, bukan orang miskin lagi. Kalau jualan modalnya Rp 50 juta itu bisa bikin toko, warung klontong," kata Dedi Mulyadi.
Meski memiliki uang sebanyak itu namun Jajat berkukuh tak mau pindah haluan.
Ia akan tetap berjualan es kue.
"Babeh gak boleh lagi ngomong gak ada duit," kata Dedi Mulyadi ke pedagang es kue Suderajat.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Tabiat Tukang Es Kue Terbongkar Usai Difitnah Aparat, Kena Semprot Dedi Mulyadi : Bukan Orang Miskin
# viral # suderajat # es gabus # penjual es # dedi mulyadi
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews Bogor
Tribunnews Update
IKA FK Unsri Desak Investigasi Kematian Dokter Magang di Jambi, Keluarga Myta Aprilia Beri Dukungan
2 hari lalu
Tribunnews Update
"Dipaksa" Bekerja saat Sakit, Myta Aprilia Dokter Magang RSUD di Jambi Berakhir Meninggal Dunia
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.