Sabtu, 2 Mei 2026

Viral

Sosok Argi! Ternyata Jadi Tumpuan Hidup Ibunya dan Baru Kerja 10 Hari di PT KAI, Kini Terancam Dicut

Kamis, 27 November 2025 21:49 WIB
Tribun Jabar

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

 

TRIBUN-VIDEO.COM - Inilah sosok Argi petugas KRL yang viral setelah terancam dipecat gara-gara curhatan penumpang yang kehilangan tumbler.

Kejadian itu membuat Argi masih tak menyangka perkara tumbler penumpang menjadi perbincangan hingga berita nasional.

Mulanya, Argi hanya ingin menuntut keadilan kepada penumpang yang telah memviralkannya karena membuatnya terancam dipecat.

Di balik polemik tersebut, terselip kisah pilu Argi yang ketakutan kehilangan pekerjannya itu.

Diketahui sosok Argi merupakan petugas pelayanan KAI berusia 21 tahun.

Menurut keterangan, ia merupakan seorang yatim, anak bungsu dari empat bersaudara.

Argi juga menjadi satu-satunya tumpuan ibunya di Bojong, Pandeglang.

Baca: Nasib Malang Pegawai PT KAI! Kini Dipecat gegara Tumbler Penumpang Hilang: Yatim Baru Kerja 10 Hari

Karena hal itu ketika masalah itu menimpanya, Argi merasa ketakutan kehilangan pekerjaan.

Terlebih, ternyata Argi baru mulai bekerja di PT KAI sebagai petugas pelayanan KRL pada 17 November 2025.

Argi pun masih belajar dan beradaptasi, bahkan jadwal tanda tangan kontraknya saja belum tiba baru akan ditandatangani sebulan kemudian, 17 Desember 2025.

Tapi rencana masa depan itu runtuh begitu saja.

Semuanya berawal dari tumbler milik seorang penumpang bernama Anita, yang ia sendiri hilangkan karena kelalaiannya.

Namun entah bagaimana, Argi-lah yang harus menanggung seluruh beban kesalahan.

Bagi Argi, pekerjaan di KAI bukan sekadar pekerjaan. Itu adalah perubahan nasib.

Bahkan pekerjaan di PT KAI itu menjadi momen pertamanya menandatangani kontrak dalam hidupnya.

Baca: KAI Klarifikasi Isu Pemecatan Pegawai karena Tumbler Penumpang: Masih Ditelusuri

Kesempatan pertama dalam hidup untuk meringankan beban ibunya yang sudah lama berjuang sendirian.

Namun harapan itu berubah menjadi petaka ketika unggahan Anita dan suaminya, Alvin, tersebar di media sosial.

Alih-alih menyelesaikan secara baik-baik, kasus tumbler yang hilang itu justru melambungkan nama Argi menjadi sorotan nasional namun pada sisi yang menyakitkan, Argi terancam dipecat.

Dalam rasa panik dan takut kehilangan satu-satunya sumber pendapatan keluarga, Argi mengirim pesan panjang pada Alvin, suami Anita.

Pesan yang sekarang dibaca jutaan orang.

Pesan yang seharusnya membuat siapa pun terdiam:

“Demi Allah pak bukan saya yang ambil tumbler tersebut. Dampaknya sangat besar pak.

Bagaimana jika bapak di posisi saya? Saya hanya seorang petugas pelayanan pak di KAI.

Bapak sudah menghilangkan satu-satunya sumber pendapatan saya.”

Namun pesan itu tak pernah dibalas.

Tak ada jawaban. Tak ada pengertian. Tak ada empati.

Yang ada justru badai yang menenggelamkan masa depan Argi.

Buntut petugas KRL yang disebut dipecat gara-gara curhatan penumpang kehilangan tumbler, akhirnya buka suara.

Baca: Permintaan Maaf Alvin dan Anita Buntut Kasus Tumbler Hilang di KRL, Akui Tidak Bijak

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan klarifikasi dan membantah pemecatan petugas KRL tersebut.

Hal ini disampaikan Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda.

Karina Amanda menjelaskan pihaknya masih melakukan penelusuran terlebih dahulu untuk memastikan kejadian sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa KAI Commuter tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar.

Menurutnya pihak KAI Commuter memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.

PT KAI juga berkoordinasi dengan pihak mitra pengelola petugas front line untuk mengetahui penyebab masalah tersebut.

"Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” jelas dia saat dikonfirmasi, Kamis (27/11/2025).

Dengan adanya kasus tersebut, PT KAI melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa pada kemudian hari.

Ia pun mengimbau kepada para penumpang untuk memperhatikan barang bawaannya selama berada di Commuter Line.

“Kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik. Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” ucap Karina.

Diberitakan sebelumnya, kasus viral di media sosial setelah pemilik tumbler bernama Anita membuat sebuah utasan di akun Thread pribadinya, @anitadewl mengenai kejadian tumbler miliknya yang hilang usai tertinggal di kereta.

Ia menganggap ada indikasi  pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) penanganan barang hilang di lingkungan KAI.

Kasus ini berawal ketika Anita lupa membawa cooler bag yang dibawanya usai menaiki KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025) pukul 19.00 WIB.

Anita menaiki KRL green line tersebut sepulang kerja dan berada di gerbong khusus perempuan.

Sekitar pukul 19.40 WIB, ia turun di Stasiun Rawa Buntu. Saat itu, ia baru menyadari bahwa cooler bag miliknya tertinggal di bagasi Commuter Line.

Ia kemudian melapor kepada petugas. Malam itu juga, cooler bag tersebut ditemukan oleh satpam PT KAI bernama Argi.

Baca: Sosok Anita Penumpang KRL Dipecat seusai Viralkan Kasus Tumbler Biru Berujung Petugas KAI Dicopot

Barang itu langsung diamankan dan sempat didokumentasikan.

Keesokan harinya, Anita bersama suaminya, Alvin, mengambil cooler bag tersebut di Stasiun Rangkasbitung.

Namun, ia terkejut karena isi di dalam cooler bag itu, yakni sebuah tumbler sudah hilang. Tasnya kembali, tetapi isinya tidak.

Saat dikonfirmasi, Argi mengakui bahwa ia tidak memeriksa isi cooler bag milik Anita saat menerima barang tersebut.

Ia menyadari kelalaiannya karena kondisi stasiun sedang ramai dan ia masih bertugas berjaga, sehingga cooler bag itu disimpan tanpa pengecekan detail.

Argi kemudian menghubungi Alvin dan meminta maaf melalui pesan singkat.

Bahkan dalam pesan itu, Argi akan membantu Anita dan Alvin untuk melakukan pencarian melalui rekaman CCTV.

Jika tidak ditemukan, ia bersedia mengganti tumbler tersebut sesuai harganya, yakni Rp 300.000.

"Ini kesalahan saya dikarenakan tidak dicek terlebih dahulu, saya akan tanggung jawab dengan mengganti barang tsb Pak," tulis Argi dalam pesan untuk Alvin yang diunggah di akun Threads @argi_bdsyh, Rabu (26/11/2025).

Namun, Argi disebut terancam mendapat sanksi berat, bahkan telah dipecat dari pekerjaannya akibat tumbler milik Anita hilang.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Sosok Argi Petugas KRL Terancam Dipecat Gara-gara Tumbler Penumpang Hilang, Baru Kerja 10 Hari

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved