Tribunnews WIKI

Ban Vulkanisir, Teknik Memperpanjang Umur Ban

Selasa, 15 Oktober 2019 15:30 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Ban Vulkanisir adalah ban bekas yang ditempel komponen baru kemudian diberi kembangan lagi.

Ban vulkanisir lekat dengan ban ukiran.

Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan.

Ban ukiran bisa dikatakan lebih berbahaya karena ban yang sudah halus diukir kembali.

Akibatnya, ban menjadi sangat tipis.

Sebenarnya baik ban vulkanisir maupun ban ukiran bukan hal baru di Indonesia.

Ban vulkanisir telah menjadi bisnis yang sudah dilakukan sejak lama.

Ban vulkanisir sah dijual karena memang sudah diakui oleh pabrikan yang memproduksi.

Tidak sedikit orang yang membeli ban meski jelas-jelas hasil vulkanisir.

Biasanya, pertimbangan pembeli adalah pada harga yang lebih murah.

Hanya saja, tidak sedikit pedagang yang bertindak curang.

Tak jarang dijumpai pedagang yang menjual ban vulkanisir tetapi mengaku sebagai ban baru.

Hal seperti inilah yang jelas merugikan konsumen.

Ciri-ciri Ban Vulkanisir

Berikut adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk membedakan ban vulkanisir dan ban baru.

Grip

Grip atau kembangan pada ban vulkanisir berbeda dengan ban baru.

Meski telah dibuat dengan teliti, grip pada ban vulkanisir tidak bisa presisi atau serapi ban baru.

Ketebalan

Selain grip yang kurang rapi, ciri kedua adalah ketebalan.

Meski telah ditambah dengan komponen, ban vulkanisir memiliki ketebalan yang lebih tipis dari pada ban baru.

Bahkan ban ukiran atau suntikan akan jauh lebih tipis lagi karena tidak dilakukan penambahan komponen.

Harga

Yang terakhir, harga menjadi pembeda antara ban vulkanisir dan ban baru.

Tentu ban vulknaisir dipatok dengan harga yang jauh lebih murah.

Akan tetapi pembeli perlu berhati-hati apabila ada pedagang yang menjual ban vulkanisir dengan mengaku ban baru.

Risiko Menggunakan Ban Vulkanisir

Usia ban vulkanisir biasanya sudah mendekati batas akhir pemakaian.

Kondisi tersebut menyebabkan karet ban sudah menjadi getas.

Hal itu mengakibatkan ban tidak bisa bekerja secara maksimal.

Selain itu, ulir ban yang merupakan ukiran ulang membuat ban semakin tipis.

Kurangnya ketebalan itu juga menyebabkan ban rawan bocor atau bahkan sobek.

Dari segi keamanan, menggunakan ban vulkanisir juga perlu dipertimbangkan.

Pasalnya, ban vulkanisir bisa menyebabkan kecelakaan.

Permukaan yang tipis membuat ban vulkanisir menjadi lebih licin, baik dalam keadaan kering maupun hujan.

Apalagi biasanya ban tersebut telah diberikan cairan khusus agar terlihat baru.

Vulkanisir SNI

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyusun aturan standar proses produksi yang baik untuk ban vulkanisir.

Nantinya semua produksi ban vulkanisir wajib mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Badan Penelitian dan Pegembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara dalam rilis resmi Kemenperin, Senin (29/7/2019) mengatakan hal tersebut bertujuan untuk menjaga kelangsungan industri ban vulkanisir dalam negeri sekaligus memastikan produk aman bagi konsumen.

Menurut keterangan resmi tersebut, ia juga menjelaskan secara harga jual, ban vulkanisir juga lebih murah dan menjadi daya tarik bagi pembeli.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul : Ban Vulkanisir

ARTIKEL POPULER:

Baca: Mixed Martial Arts MMA, Olahraga Gabungan yang Menggunakan Teknik dari Beberapa Jenis Seni Bela Diri

Baca: Mobil Listrik Karya Mahasiswa Fakultas Teknik ULM Banjarbaru

Baca: Foto Sepupu Tersebar di FB, Dewa Pimpin Penyerangan Jukir Depan UIN Alauddin

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved