AHY Sebut Wiranto Masih dalam Pengawasan Ketat Dokter
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Menko Polhukam Wiranto saat ini dalam pengawasan ketat dokter dan masih dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Hal itu disampaikan AHY usai menjenguk Wiranto bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Senin (14/10/2019) siang.
"Hari ini kami bertiga mendapat kesempatan berkomunikasi dengan Pak Wiranto di ruang ICU. Dan memang beliau masih dalam pengawasan ketat dokter," ujar AHY.
Mantan kandidat Gubernur Jakarta 2017 tersebut mengatakan bahwa dirinya, SBY, dan Ibas sempat berkomunikasi dengan Wiranto yang memang lebih banyak berbaring istirahat di ruang ICU.
AHY pun menyatakan rasa prihatinnya atas kejadian penyerangan yang menimpa Wiranto pada Kamis (10/10/2019) lalu di Pandeglang, Banten.
Ia berharap semua warga negara memandang bahwa perbedaan pandangan harus dikomunikasikan dalam koridor hukum yang sudah berlaku.
"Jangan sampai perbedaan pendapat disalurkan dalam bentuk kekerasan kepada siapa pun. Kalau pun ada perbedaan hendaknya disampaikan secara beradab karena negara ini menjamin kemerdekaan berekspresi."
"Ke depan kita sebagai anak bangsa harus mengupayakan persatuan di antara kita semua,"pungkas AHY.(*)
Reporter: Rizal Bomantama
Videografer: Rizal Bomantama
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Warga Aceh Mengaku Belum Dapat Bantuan, AHY Minta Harap Semua Sabar, Situasi Tak Mudah
Rabu, 3 Desember 2025
Tribunnews Update
AHY Tiba-tiba Menghadap Prabowo ke Istana, Klaim Lapor soal Utang Proyek Whoosh 'Warisan' Jokowi
Senin, 3 November 2025
Tribunnews Update
AHY Soroti Ketimpangan Pembangunan di Indonesia Timur, Nilai Konektivitas Buruk Jadi Masalah Utama
Minggu, 26 Oktober 2025
Tribunnews Update
AHY Siap Dialog Terbuka Bahas Tuntutan 17+8 demi Capai Solusi: Ada Sejumlah Isu Dianggap Mendesak
Jumat, 5 September 2025
Pemerintah Kirim 2 Ribu Orang ke 154 Kawasan Transmigrasi untuk Petakan Potensi Ekonomi
Selasa, 26 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.