Terkini Nasional

BPJS Disomasi Pemerhati ODGJ karena Unggah Pernyataan Tentang Joker

Kamis, 10 Oktober 2019 11:35 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan menghapus postingannya yang berlatarkan foto Joker di Facebook Rabu (10/10/2019).

Dilansir dari Kompas, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan bahwa unggahan tersebut dihapus agar tidak menjadikan kesalahpahaman mengenai penyakit kejiwaan.

"Sudah dihapus, benar. Kami ingin agar informasi yang disampaikan lembaga publik seperti BPJS Kesehatan bisa jernih dan ditangkap dengan persepsi yang sama," ujar Iqbal saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/10/2019) malam.

Hal ini dilakukan BPJS kesehatan setelah mendapatkan somasi terbuka dari komunitas pemerhati ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Iqbal mengatakan, BPJS Kesehatan memiliki pandangan sama dengan komunitas pemerhati ODGJ tentang unggahannya di laman Facebook tersebut.

Dalam unggahannya di Facebook, BPJS Kesehatan mempublikasikan sebuah pernyataan dengan latar belakang wajah Joker.

JKN-KIS menanggung perawatan penyakit Orang Dengan Gangguan Jiwa agar tidak tercipta Joker-Joker lainnya~

Hal ini sontak mencuri perhatian dari pada pemerhati ODGJ.

Menurut perwakilan dari Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA) Meidy, unggahan BPJS Kesehatan telah menyinggung banyak komunitas-komunitas serupa.

"Awal ceritanya begini ada teman kami di SEJIWA posting, dia share dari unggahan BPJS dari halaman resmi. Kami bahas lah ternyata di komunitas-komunitas lain pun sudah ramai dibicarakan dan banyak yang tersinggung dan marah itu," ujar Meidy kepada Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Meidy bersama komunitas-komunitas lainnya kemudian melayangkan somasi terbuka pada BPJS Kesehatan.

Pasalnya, dari ratusan jenis gangguan jiwa, potensi menjadi kriminal kemungkinan besar hanyalah gangguan antisocial (psychopath dan sociopath) dan gangguan narsistik.

Namun, gangguan ini dapat diatasi dengan terapi.

"Penting agar masyarakat tahu ya, poin pentingnya stigma yang selama ini ada di masyarakat itu jangan dipelihara. Bahkan yang gangguannya seperti itu, yang psikopat atau narsisitik itu, belum tentu juga dia jadi kriminal. Kan bisa juga dia diterapi supaya tidak menunjukkan hasrat destruktifnya. Tapi enggak semua gangguan jiwa kayak gitu, gangguan jiwa ada ratusan dan enggak semua berpotensi seperti itu," papar Meidy.




Berikut isi poin somasi yang dilayangkan oleh para komunitas pemerhati ODGJ:

1. Mencabut postingan dan pernyataan BPJS-Kesehatan di media sosial FACEBOOK dan atau media lainnya.

2. Menyampaikan permohonan maaf terkait postingannya tersebut melalui 5 (lima) media massa televisi nasional, 5 (lima) media massa cetak nasional, 5 (lima) media massa berbasis jaringan internet nasional, dan di halaman media-media sosial BPJS; yang isinya sebagai berikut:

“Kami, Direktur Utama BPJS dan Jajaran eksekutif BPJS menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kelalaian kami dalam menyampaikan pesan layanan masyarakat terkait pelayanan BPJS. Kami tidak bermaksud menyatakan ODGJ / PDM adalah seperti tokoh fiksi Joker dan atau serta merta kriminal. ODGJ / PDM adalah masyarakat, manusia Indonesia seutuhnya, yang hidup secara bersama tanpa ada perbedaan dan pembedaan.

Dengan ini kami berjanji kepada masyarakat Indonesia menjalankan bentuk pelayanan kepada masyarakat tanpa stigma dan penuh dedikasi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan beradab".

Bahwa apabila dalam tenggang waktu tersebut di atas, tidak ada itikad baik dari Direktur Utama BPJS dan Jajaran Eksekutif untuk melaksanakan somasi ini, kami akan mengajukan upaya-upaya hukum, antara lain Gugatan Warga Negara (citizen law suit) terhadap Direktur Utama BPJS Republik Indonesia, dan pihak-pihak lain yang di anggap bertanggung-jawab secara hukum pada Pengadilan Negeri setempat, pelaporan tindak pidana, serta melakukan tindakan hukum lainnya yang dianggap perlu.

Demikian somasi ini KAMI sampaikan, untuk diperhatikan bagi Direktur Utama BPJS, untuk segera dilaksanakan.

Jakarta, 9 Oktober 2019

Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS), Bipolar Care Indonesia (BCI), Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Usman Hamid , Direktur Amnesty International Indonesia Dian Septiani, Divisi Humas Cahaya Jiwa

Tembusan:

1. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI

2. Kementerian Kesehatan RI

3. Kementerian Sosial RI

4. Arsip

(TribunnewsWiki.com/Yonas)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul : BPJS Kesehatan Hapus Foto Berlatar Joker di Facebook Usai Disomasi Komunitas Pemerhati ODGJ

ARTIKEL POPULER:

Baca: Jusuf Kalla Sindir Pihak yang Kritik Kenaikan BPJS, Beli Pulsa dan Rokok Bisa, BPJS Naik Ngeluh

Baca: Wamenkeu: Banyak Oknum Masyarakat yang Memanipulasi Kepesertaan BPJS Kesehatan

Baca: Pemerintah Susun Inpres untuk Paksa Masyarakat Bayar Iuran BPJS

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved