Tribunnews WIKI

Mirror Syndrome, Komplikasi Kandungan yang Langka serta Mengancam Nyawa Ibu dan Bayinya

Selasa, 8 Oktober 2019 20:03 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Mirror Syndrome adalah kondisi komplikasi kandungan yang langka dan mengancam nyawa ibu beserta sang bayi.

Mirror Syndrome juga dikenal sebagai sindrom ballantyne, maternal hidrops, triple edema dan pseudotoksemia.

Mirror Syndrome dapat terjadi pada kehamilan ketika janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal.

Serta sang ibu mengalami preeklamsia, suatu bentuk hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Mirror Syndrome merupakan kondisi yang cukup langka dan dapat berpotensi mengancam jiwa.

Pertama kali ditemukan oleh John W Ballantyne pada tahun 1982.

Keadaan Mirror Syndrome ini dapat membuat stres dan menakutkan.

Oleh karena itu, perlu mengenali gejala Mirror Syndrome dan langkah pertama menuju diagnosis dan perawatan yang tepat.

Gejala

Gejala Mirror Syndrome dapat meliputi:

  • Pembengkakan yang parah,
  • Tekanan darah yang tinggi,
  • Berat badan berlebih dalam waktu yang singkat,
  • Protein yang ditemukan di dalam urine,
  • Muncul dalam tes darah melalui hemodilution.

Hemodliution adalah suatu kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah.

Penyebab

Mirror Syndrome juga dapat disebabkan oleh fetal hydrops.

Fetal Hydrops adalah penumpukan cairan pada janin.

Cairan tersebut dapat terkumpul di bawah kulit, perut, sekeliling paru-paru hingga jantung.

Fetal Hydrops dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yaitu masalah jantung, gangguan metabolisme, sindrom genetik, anemia dan infeksi.

Dalam beberapa kasus, jika seorang wanita hamil dengan memiliki bayi kembar, maka twin to twin transfusion syndrome dapat menyebabkan hidrops janin.

Kompliksi ini dapat menyebabkan preeklampsia pada ibu sebagai bagian dari Mirror Syndorome selain cairan di paru-paru.

Diagnosis

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis Mirror Syndrome.

Namun, hasil dari tes lain dapat menjadi jalan keluar untuk mengetahui diagnosis Mirror Syndrome.

Kelebihan cairan pada janin biasanya terlihat saat USG.

Selain itu, preeklamsia dapat didiagnosis berdasarkan tekanan darah atau protein dalam urine.

Kondisi tersebut dapat didiagnosis oleh pihak dokter dan rumah sakit dengan menggunakan alat-alat yang dapat mendeteksi adanya Mirror Syndrome.

Pengobatan

Pengobatan Mirror Syndrome biasanya tergantung pada penyebab fetal hydrops dan keparahan preeklampsia.

Jika penyebabnya diketahui dari fetal hydrops, maka bisa dirawat di dalam kandungan.

Gejala-gejalanya juga dapat disembuhkan dari ibu dan bayi pada sisa usia kehamilan.

Namun, jika penyebabnya diketahui dari preeklampsia, maka harus segera dilakukan persalinan untuk melindungi kesehatan ibu.

Gejala-gejala pada sang ibu akan hilang dalam beberapa hari setelah melakukan persalinan.

Setelah persalinan, dapat diidentifikasi dari hydrops dan perawatan pada bayi apabila memungkinkan.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Mirror Syndrome

ARTIKEL POPULER:

Baca: Irish Bella Alami Mirror Syndrome yang Disebut Langka, Penyebab Anak Kembar Ibel Meninggal

Baca: Ranitidin, Kandungan dalam Obat Penyakit Maag yang Diduga Berpotensi Memicu Kanker

Baca: Mengidap Down Syndrome Bukan Halangan Menjadi Anak-anak Hebat dan Ceria

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved