Terkini Daerah

Isak Tangis Antarkan Jenazah Polisi yang Tembak Istri sebelum Tembak Diri Sendiri Dimakamkan

Senin, 7 Oktober 2019 15:33 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Isak tangis pecah ketika jenazah Aiptu Pariadi dan istrinya tiba di rumah orangtuanya di Dusun VI Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (6/10/2019).

Keluarga histeris saat jenazah diturunkan dari mobil ambulan hingga dibawa ke pemakaman.

Saat itu anak bungsunya, Silvi tampak menangis begitu melihat jenazah orangtuanya diturunkan dari mobil ambulan.

Ia pun terus menyebut-nyebut ibunya.

"Mamak..mamaknya," raungan Silvi.

Sementara itu Yuda, Abang kandung Silvi lesu.

Ia tertatih ketika turun dari mobil ambulan.

Ia juga sempat menangis di depan jenazah ibu dan bapaknya.

Tangisan para pelayat juga sempat ikut pecah tatkala setelah jenazah selesai disalatkan di Masjid Nurul Ikhwan.

Ketika itu dari area pekarangan rumah Silvi pun mengejar para pengangkut kerenda ayah dan ibunya.

"Mamak," kata Silvi lagi.

Ucapan yang keluar dari mulut siswi kelas 4 SD itu pun membuat orang lain merasakan kesedihan.

TEWAS LUKA TEMBAK

Letusan senjata api terdengar tiga kali di Dusun VI, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (6/10/2019) dinihari.

Aiptu Pariadi dan istrinya Fitri ditemukan tewas di kediamannya.

Fitri tewas di ruang TV dengan luka dua tembakan, sementara Aiptu Pariadi tewas di depan pintu kamar dengan satu luka tembakan.

Diduga Aiptu Pariadi menembak istrinya lalu bunuh diri.

Saat itu anaknya sudah tidur, sementara anak sulungnya sedang berada di luar rumah.

Jarak kedua orang tersebut hanya berkisar 3 meter.

Setelah itu baru kemudian anaknya mendatangi rumah kakeknya yang berjarak sekitar 50 meter.

" Aku sebenarnya tadi sudah tidur. Anaknya datang ke rumah tadi. Dibilangnya kek lihat bapak... kek lihat mamak di rumah itu, cepat. Di dalam rumah ada dua anaknya, yang satu lagi sedang di luar rumah," ucap Ayah Pariadi, Paelan kepada polisi.

Tetangga korban, Mahmud yang sempat masuk ke dalam rumah korban untuk membantu polisi mengevakuasi jenazah korban mengatakan kalau kondisi kepala keduanya begitu parah.

Ia tidak menyangka kalau pasangan suami istri yang dikenal cukup baik di lingkungan sekitar bisa berakhir tragis seperti ini.

"Bagian kepala keduanya itu berlumur darah semua. Istrinya di depan TV kalau suaminya dekat ruang tamu. Jarak sekitar 3 meter saja," katanya.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu mengakui kalau anggotanya yang bertugas di Satnarkoba itu memiliki senjata api.

Ia menyebut pasangan suami istri sebelumnya sedang ada masalah.

"Kata anaknya mereka tidak saling komunikasi. Kita masih menunggu hasil visum ini. Dari kasat mata ada 3 luka di kepala. Artinya memang ada tiga kali letusan senjata api," kata Juliarman.

Diduga Aiptu Pariadi pertama kali menembakkan pistolnya ke istrinya dua kali. Baru kemudian itu ia pun bunuh diri dengan satu kali tembakan di kepalanya.

Terkait hal ini meski sudah mengetahui dugaan kronologis sementara namun Juliarman menyebut pihaknya belum bisa mengumumkannya secara resmi ke media.

(dra/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Isak Tangis Antarkan Jenazah Aiptu Pariadi dan Fitri Handayani ke Pemakaman, Silvi: Mamak. Mamak.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Diduga Dipicu Cekcok Keluarga, Aiptu Pariadi Tembak Kepala Istri Lalu Bunuh Diri

Baca: Kronologi Pasangan Suami Istri di Desa Lidah Tanah Tewas Tertembak di Bagian Kepala

Baca: Polisi dan Istri Tewas Tertembak, Warga Dengar Letusan Senjata Api

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved