Rabu, 8 April 2026

Terkini Nasional

Ini Tanggapan Wapres JK Soal Kritik PM Mahathir Mengenai Karhutla

Sabtu, 28 September 2019 07:43 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUN-VIDEO.COM, NEW YORK - Isu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang menarik perhatian para pemimpin negara tetangga, satu diantaranya Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Ia melontarkan kritiknya terkait penanganan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi bencana tersebut.

Mahathir menilai dunia memang bisa mengkritisi Indonesia, namun tidak bisa melakukan tekanan.

Kabut asap dampak karhutla di Indonesia memang telah memasuki wilayah Malaysia dan masyarakat negara itu terus mengeluhkan kualitas udara yang memburuk.

Mahathir pun membandingkan kasus yang terjadi di Indonesia dengan karhutla di Amazon, Brazil.

Dikutip dari laman New Strait Times, Jumat (27/9/2019), ia menyampaikan hal itu saat menghadiri dialog 'World Leaders Forum' di Columbia University, New York, Amerika Serikat (AS).

"Presiden Brazil yang baru, tak mempermasalahkan pembakaran hutan untuk pertanian dan tak ada yang bisa menghentikannya, saya pikir sistem tidak mengizinkan kita untuk mencampuri urusan dalam negeri di negara lain," kata Mahathir.

Ia pun membandingkan dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Meski dikritik seperti apapun, karhutla di Indonesia menurutnya akan tetap ada karena peristiwa ini terus berulang.

"Anda bisa menyalahkan Indonesia, anda bisa mengkritik mereka, tapi kebakaran itu akan tetap ada," tegas Mahathir.

Pernyataan tersebut merupakan jawabannya terkait pertanyaan mengenai apakah sanksi ekonomi bisa diterapkan kepada Indonesia.

Menanggapi apa yang disampaikan PM Mahathir, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang sedang memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, AS pun menjawab diplomatis.

Ia menilai seharusnya sebagai negara bertetangga, Malaysia bisa membantu memadamkan karhutla.

Selain itu, Wapres JK juga mengatakan bahwa arah angin bukan merupakan kehendak manusia, sehingga tidak bisa ditentukan kabut asap dampak karhutla itu akan mengarah ke mana.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia masih bisa berupaya sendiri dalam menangani bencana tersebut dan upaya itu tengah dilakukan secara optimal.(*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: VIRAL HARI INI: Mahasiswa Tewas Tertembak saat Demo, Ayah Syok Pulang Melaut Lihat Jasad Anaknya

Baca: Korban Tewas Demo di Kendari, Yusuf Kardawi Mahasiswa UHO Meninggal dengan Luka Benturan di Kepala

Baca: Ananda Badudu Tahan Tangis Sebut Mahasiswa Diproses Tak Etis saat Diperiksa: Butuh Pertolongan

 

TONTON JUGA:

Reporter: Fitri Wulandari
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved