Metropolitan
Toko Kue Maison Weiner Legendaris Sejak Tahun 1936 di Senen
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUN-VIDEO.COM, SENEN - Rumah bergaya tempo dulu begitu terasa tak kala menyambangi toko kue Maison Weiner yang telah berdiri sejak tahun 1936 itu.
Saat menyambangi toko itu, deretan aneka kue jadul Belanda tersaji di atas etalase toko.
Aneka kue itu di antaranya, Ontbijtkoek, kue soes, amandelbrood, sosis brood, rum horn, dan marmer cake.
Beberapa nama roti itu barangkali asing di telinga pengunjung lantaran mengandung kata dalam Bahasa Belanda.
Semisal kata Brood yang dalam bahasa Belanda berarti roti.
Ada juga ontbijtkoek yang berarti kue sarapan pagi. Ontbijt dalam Bahasa Belanda berarti sarapan.
Pemilik toko Maison Weiner generasi ketiga, Heru Laksana (65) mengatakan awal berdirinya toko ini berasal dari usaha mendiang neneknya, Lee Liang Mey.
Saat itu, Lee hendak membuat toko kue namun belum tahu nama toko yang akan dipakai.
Nama Weiner, lanjut Heru, berasal dari pemberian seorang Belanda kepada Lee Liang Mey.
"Dulu nenek saya kerja dengan orang Belanda buat kue. Kemudian ia memutuskan untuk bangun toko sendiri, orang Belanda memberi usul nama Weiner. Nenek saya setuju," terangnya kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (21/9/2019).
Turun temurun, resep kue yang diwarisi oleh neneknya dilestarikan oleh keluarganya.
Sesudah ayahnya meneruskan usaha kue ini di tahun 90-an, giliran Heru yang menggantikannya hingga saat ini.
"Resep turun temurun masih kita lestarikan. Saya jadi generasi ketiga setelah ayah saya yang meneruskan usaha ini," katanya.
Rumah bergaya tempo dulu itu tak hanya dijadikan sebuah toko kue.
Namun, rumah yang ditinggali Heru dan keempat saudara kandungnya itu juga dijadikan tempat pembuatan roti.
Ia sempat menunjukkan kepada TribunJakarta.com ruang pembuatan roti di belakang rumahnya itu.
Heru memperlihatkan deretan mesin pembuat kue yang sudah ada tahun 1930-an.
"Ini mesin pembuat adonan kue yang sudah ada sejak zaman nenek saya. Ini semua masih berfungsi," paparnya.
Heru mengatakan gaya lawas bangunan ini akan terus dipertahankan.
Tak hanya itu, rasa pada kue dan roti yang dijualnya tetap dijaga sejak zaman neneknya.
"Kita lebih mementingkan kualitas meski model kita terlihat kuno. Kita ingin menjaga kenangan. Sebab, yang baru belum tentu bisa bertahan lama," tandasnya.
Kisaran harga kue itu antara Rp8 ribu hingga Rp40 ribu.
Bagi yang ingin menyambangi toko kue ini, alamatnya di Jalan Kramat II Nomor 2 RT 006 RW 007, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Toko kue ini buka setiap hari sejak pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Melihat Toko Kue Maison Weiner Legendaris Sejak Tahun 1936 di Senen, Pakai Resep Turun Temurun
ARTIKEL POPULER:
Baca: VIDEO Penampakan Rumah Tua yang ada di Tengah Apartemen Mewah, Tolak Tawaran Rp3 M dan Enggan Dijual
Baca: Motif Pelaku Sebar Video Mesum Wanita Berseragam PNS di Mobil, Keduanya Sama sama Sudah Berkeluarga
Baca: Viral Penyebab Langit Merah di Jambi yang Dikenal dengan Hamburan Rayleigh
TONTON JUGA:
Sumber: TribunJakarta
Live Update
Anak Bos Toko Roti Penganiaya Karyawati di Jaktim Divonis 10 Bulan Bui, Dinilai Tak Berkeadilan
Rabu, 14 Mei 2025
TRIBUN VIDEO UPDATE
Komplotan Emak-emak Lakukan Pencurian di Toko Kue di Tasikmalaya, Beri Imbalan 1 Juta jika Menemukan
Sabtu, 26 April 2025
Regional
Update Kasus Anak Bos Toko Kue Aniaya Pegawai: Alami Disabilitas, Alasan Jaksa Tuntut 1 Tahun Bui
Rabu, 23 April 2025
Breaking News
BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Anak Bos Toko Kue yang Aniaya Pegawai di Cakung di Hotel Sukabumi
Senin, 16 Desember 2024
LIVE UPDATE
Toko Kue Kering di Gresik Diserbu Pembeli Menjelang Lebaran, Pembeli Datang dari Berbagai Daerah
Minggu, 31 Maret 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.