Penjelasan Dede Yusuf Tentang Mie Instan di Eropa Tak Seenak di Indonesia
Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf menjelaskan mengenai mie instan asal Indonesia di Eropa yang tak seenak di Indonesia.
Hal tersebut dijelaskannya dalam diskusi publik di Kementerian Komunikasi Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).
Menurutnya, peraturan negara-negara Eropa mengenai makanan dan minuman impor sangat ketat, khususnya dalam komposisi bahan baku makanan tersebut.
Standar kandungan MSG dalam sebuah makanan di Eropa tidak boleh tinggi, sehingga mie instan buatan Indonesia rasanya akan sangat berbeda bila berada di Eropa.
"Mie instan itu kalau kita di Eropa ada produk dari Indonesia, tetapi rasanya seenak yang di sini (Indonesia). Nanti silakan dicek kalau yang sering pergi (ke luar negeri). Makanya kawan-kawan kita di luar negeri itu, kalau misalnya pesan kepada kita, tolong bawain mie instan. Karena di sana itu MSG-nya itu tidak boleh tinggi, di kita masih tinggi," kata Dede Yusuf.
Menurut Dede Yusuf, hal tersebut menjadi perhatian dirinya terutama dalam membuat regulasi mengenai pengawasan makanan.
Pasalnya, pada umumnya penyakit yang banyak menjangkit masyarakat yang ditangani BPJS kesehatan berasal dari gaya hidup, yaitu mengkonsumsi makanan tak sehat secara berlebihan.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar gula dan MSG.(*)
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tribun-Video Update
Ketegangan AS dengan Sekutu Eropa Memuncak, Trump Disebut Telah Mempertimbangkan Keluar dari NATO
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Konservasi Orangutan dan Keanekaragaman Satwa di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting
Kamis, 9 April 2026
Mancanegara
Lolos Lewati Selat Hormuz! Kapal Prancis Jadi yang Pertama dari Eropa setelah Macron Tolak Bantu AS
Minggu, 5 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Semakin Dijauhi Eropa, Austria Tolak Permintaan AS Pakai Wilayah Udaranya untuk Serang Iran
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.