Tribunnews WIKI

Profil Chrisye - Musisi Dengan Lagu Golden Song

Senin, 16 September 2019 14:32 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Chrisye adalah sosok musisi legendaris tanah air.

Chrisye memiliki nama lengkap Christiansyah Rahadi yang lahir dengan nama Christian Rahadi.

Chrisye lahir di Jakarta, 16 September 1949 dan meninggal di Jakarta, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun.

Dilahirkan dari keluarga Tionghoa, Chrisye tertarik musik saat masih muda.

Saat menempuh pendidikan SMA, Chrisye membentuk band yang ia bentuk bersama kakaknya, Joris.

Pada akhir 1960-an Chrisye menjadi anggota band Sabda Nada dan berganti nama menjadi Gipsy.

Pada tahun 1973, Chrisye bersama band tersebut tampil di New York.

Setelah kembali ke Indonesia, Chrisye kembali ke New York dengan band lain, yaitu The Pro's.

Pada tahun 1976 dia bekerja sama dengan Gipsy dan Guruh Soekarnoputra untuk merekam album indie Guruh Gipsy.

Guruh Gipsy sukses, pada tahun 1977 Chrisye menghasilkan dua karya terbaiknya, yaitu "Lilin-Lilin Kecil" tulisan James F. Sundah dan album jalur suara Badai Pasti Berlalu.

Karya sukses Chrisye ini kemudian membuatnya direkrut oleh Musica Studios.

Bersama Musica, Chrisye merilis album solo perdananya, Sabda Alam, pada tahun 1978.

Karir Chrisye tercatat lebih dari 25 tahun dengan 18 album solo, serta main dalam satu film: Seindah Rembulan (1981).

Chrisye meninggal di rumahnya di Jakarta pada tanggal 30 Maret 2007 setelah bertahun-tahun mengidap kanker paru-paru.

Saat wafat, Chrisye meninggalkan seorang istri, Gusti Firoza Damayanti Noor, dan empat orang anak.

 Kehidupan Pribadi

Lahir dengan nama Christian Rahardi, Chriye merupakan keturunan Betawi-Sunda-Tionghoa dari ayah Laurens Rahadi (Lauw Tek Kang) dan ibu Hanna Rahadi (Khoe Hian Eng).

Chrisye merupakan anak kedua dari tiga anak laki-laki yang dipunyai pasangan Kristen tersebut.

Saudara Chrisye bernama Joris dan Vicky.

Setelah masa kecilnya dihabiskan di Jalan Talang, dekat Menteng, Jakarta Pusat, pada tahun 1954 keluarga itu berpindah ke Jalan Pegangsaan.

President-Director Air Asia Indonesia, Aciu Widjaja pernah mengatakan bahwa Chrisye adalah sosok yang sederhana.

Aciu mengisahkan pada suatu saat dia, Chrisye, dan beberapa orang lain pergi ke luar negeri, hanyalah Chrisye yang tidak mau belanja pakaian mewah atau mencari restoran kelas dunia; dia justru makan di food court dan beli baju yang nyaman.

Dalam biografinya, Chrisye mencatat bahwa dia sering makan di warung tenda sampai setelah menikah dan sering bingung ketika orang meremehkan hal tersebut.

Guruh mengenang bahwa Chrisye dapat tidur di mana saja saat mereka merancang album, bahkan di bawah piano.

Setelah dia menikah dengan Yanti, istrinya itu berhenti karier bernyanyi supaya bisa menjadi ibu rumah tangga.

Setelah pasangan itu beranak, kadang-kadang Chrisye tidak dapat menghabiskan waktunya bersama mereka karena terlalu sibuk memanggung atau merekam album.

Namun, dia berusaha untuk mencuri waktu, bahkan menjemput anak-anak dari sekolah.

Pada sebuah wawancara pada tahun 1992, Chrisye menyatakan bahwa anak-anaknya tidak ingin menjadi artis seperti orang tua mereka sebab mereka sudah merasakan tekanan karier itu. 

Perjalanan Bermusik

Chrisye memulai perjalanan musiknya saat menempuh pendidikan SMA, ia membentuk band yang ia bentuk bersama kakaknya, Joris.

Pada akhir 1960-an Chrisye menjadi anggota band Sabda Nada dan berganti nama menjadi Gipsy.

Pada tahun 1973, Chrisye bersama band tersebut tampil di New York.

Setelah kembali ke Indonesia, Chrisye kembali ke New York dengan band lain, yaitu The Pro's.

Pada tahun 1976 dia bekerja sama dengan Gipsy dan Guruh Soekarnoputra untuk merekam album indie Guruh Gipsy.

Guruh Gipsy sukses, pada tahun 1977 Chrisye menghasilkan dua karya terbaiknya, yaitu "Lilin-Lilin Kecil" tulisan James F. Sundah dan album jalur suara Badai Pasti Berlalu.

Karya sukses Chrisye ini kemudian membuatnya direkrut oleh Musica Studios.

Bersama Musica, Chrisye merilis album solo perdananya, Sabda Alam, pada tahun 1978.

Karir Chrisye tercatat lebih dari 25 tahun dengan 18 album solo, serta main dalam satu film: Seindah Rembulan (1981).

Chrisye dikenal untuk vokal yang halus dan gaya panggung yang kaku.

Kendati demikian, karena ciri khasnya tersebut Chrisye dianggap salah satu penyanyi Indonesia legendaris.

Lima album yang termasuk karyanya dimuat dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik oleh majalah musik Rolling Stone Indonesia.

Lima lagunya (dan satu lagi yang dia mendukung) dimuat dalam daftar lagu terbaik oleh majalah yang sama pada tahun 2009.

Beberapa albumnya disertifikasi perak atau lebih tinggi.

Dia menerima dua lifetime achievement award, satu pada tahun 1993 dari BASF Awards dan satu lagi pada tahun 2007 dari stasiun televisi SCTV.

Pada tahun 2011, Rolling Stone Indonesia mencatat Chrisye sebagai musisi Indonesia terbaik nomor tiga sepanjang masa.

 Diskografi

Selama berkarir di bidang musik, Chrisye merilis 31 album.

Rincian albumnya adalah satu album Guruh Gipsy, 21 album studio, dan 9 album kompilasi.

Semua album solonya setelah Sabda Alam terjual lebih dari 100.000 keping.

Dalam sebuah wawancara dengan Kompas pada tahun 1992, Chrisye mengaku jatuh sakit setiap kali merekam album karena tekanan untuk mempromosi album-album tersebut.

Single yang diciptakan Chrisye juga beberapa diantaranya dijadikan lagu tema sinetron.

"Pengalaman Pertama" digunakan untuk sinetron Ganteng-Ganteng Kok Monyet,

"Cintaku" dari album Badai Pasti Berlalu yang sudah di-remaster digunakan untuk Gadis Penakluk, dan "Seperti Yang Kau Minta" digunakan untuk Disaksikan Bulan.

Berikut adalah rincian album dari Chrisye:

Bersama Guruh Gipsy

  • 1976 – Guruh Gipsy

Album studio

  • 1977 – Jurang Pemisah
  • 1978 – Sabda Alam
  • 1979 – Percik Pesona
  • 1980 – Puspa Indah
  • 1981 – Pantulan Cita
  • 1983 – Resesi
  • 1984 – Metropolitan
  • 1984 – Nona
  • 1984 – Sendiri
  • 1985 – Aku Cinta Dia
  • 1985 – Hip Hip Hura
  • 1986 – Nona Lisa
  • 1988 – Jumpa Pertama
  • 1989 – Pergilah Kasih
  • 1993 – Sendiri Lagi
  • 1996 – AkustiChrisye
  • 1997 – Kala Cinta Menggoda
  • 1999 – Badai Pasti Berlalu
  • 2002 – Dekade
  • 2004 – Senyawa

Album jalur suara

  1. 1977 – Badai Pasti Berlalu
  2. 1980 – Seindah Rembulan

Album Kompilasi Anurmeta

  • 2018 - Kidung Abadi

Kolaborasi

  • 1977 – Lomba Cipta Lagu Remaja 1977 – mengisi vokal pada lagu Lilin - Lilin Kecil, Angin, dan Di Malam Sang Sukma Datang
  • 1979 – Bahtera Asmara – sebagai music director, mengisi bass dan akustik gitar pada seluruh lagu
  • 1979 – Musik Saya Adalah Saya – mengisi vokal pada lagu Musikku Adalah Aku, mengisi bass dan vokal pada lagu Angin Malam, Duka Sang Bahaduri dan Akhir Sebuah Opera
  • 1980 – Untukmu Indonesiaku: Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra Volume 1 – mengisi vokal pada lagu To My Friends On Legian Beach
  • 1980 – Selangkah ke Seberang – mengisi bass pada lagu Mega Bhuana
  • 1981 – Bayang Pesona – mengisi bass pada seluruh lagu
  • 1981 – Lomba Cipta Lagu Remaja 1981 – mengisi vokal pada lagu Nyanyian Cinta Dari Seberang
  • 1984 – Cinta Indonesia: Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarnoputra Volume 3 – mengisi vokal pada lagu Seni
  • 1987 – Lomba Cipta Lagu Pembangunan 1987– mengisi vokal pada lagu Doa Anak Negeri
  • 1989 – Tak Kuduga – pencipta lagu bersama Adjie Soetama pada lagu Selamanya
  • 2001 – Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia - mengisi vokal pada lagu Indonesia Perkasa, Chopin Larung, dan Terima Kasih Indonesiaku
  • 2005 – From Us to You - mengisi vokal pada lagu Marilah Kemari, dan Hidupku Untuk Cinta

 Penghargaan

Chrisye tercatat memiliki banyak penghargaan selama kariernya.

Pada tahun 1979, Chrisye terpilih sebagai Penyanyi Pria Kesayangan dari Angket Siaran ABRI.

Album Sabda Alam dan Aku Cinta Dia mendapatkan sertifikasi emas.

Sedangkan album Hip Hip Hura, Resesi, Metropolitan, dan Sendiri mendapatkan sertifikasi perak.

Chrisye menerima tiga BASF Awards yang diadakan pembuat compact cassette BASF sampai pertengahan tahun 1990-an, untuk album paling laris, yang pertama diterima pada tahun 1984 untuk Sendiri, lalu yang kedua pada tahun 1988 untuk Jumpa Pertama dan yang terakhir pada tahun 1989 untuk Pergilah Kasih.

Chrisye juga pernahmenerima BASF Lifetime Achievement Award pada tahun 1994 untuk sumbangannya ke dunia musik Indonesia.

Pada tahun yang sama Chrisye menerima penghargaan sebagai Penyanyi Rekaman Terbaik.

Pada tahun 1997 dia menerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) untuk Penyanyi Pop Pria Terbaik.

Pada tahun berikutnya, album Kala Cinta Menggoda menang sembilan AMI, termasuk Album Termaik.

Chrisye pernah menerima penghargaan sebagai Penyanyi Pop Pria Terbaik, Penyanyi Rekaman Terbaik, dan Perancang Grafis Terbaik (bersama dengan Gauri).

Pada tahun 2007, setelah dia sudah meninggal, dia menerima penghargaan SCTV Lifetime Achievement Award pertama, yang diterima oleh putrinya Risty. [5]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Chrisye

ARTIKEL POPULER:

Baca: Ify Alyssa Cerita Jatuh Bangunnya Berkarir sebagai Musisi Indie

Baca: Profil Melanie Subono - Musisi Indonesia

Baca: Profil Jason Ranti - Aktor dan Musisi

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Chrisye   #Koes Plus
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved