Mantan Ajudan Ungkap Suhu Ruang Kerja Habibie Harus 18 Derajat Celsius
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUN-VIDEO.COM - 20 Oktober tahun 1999 silam, MPR menggelar sidang istimewa pertanggungjawaban BJ Habibie selaku Presiden kala itu. Hasilnya, MPR menolak, dan Habibie memutuskan tidak lagi mencalonkan kembali sebagai Kepala Negara.
Pasca lengser dari kursi Presiden, BJ Habibie memilih pergi ke Jerman. Banyak spekulasi berkembang soal alasannya menetap di sana.
Mantan ajudan sewaktu ia menjabat Presiden RI ke-3, TB Hasanudin, punya cerita dibalik perginya Habibie ke negara beribu kota Berlin tersebut.
Kata pria yang akrab disapa Kang Hasan ini, kepergian Habibie bukan karena rasa kekecewaan atas hasil sidang istimewa MPR. Tapi lebih kepada keinginan beristirahat dan enggan merecoki pemerintahan yang kala itu dinahkodai Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Jadi setelah itu, pak Habibie istirahat di Jerman. Karena beliau bilang, 'biarlah saya tidak mau ngerecokin'. Siapapun presidennya beliau selalu dukung," ceritanya saat menyambangi Kantor Redaksi Tribunnews.com, Palmerah, Jakarta, Jumat (13/9/2019).
"Kalau secara khusus menyampaikan alasannya ke Jerman, tidak," imbuh dia.
Meski begitu, Habibie menyampaikan kepada Hasanudin, bila alasannya pergi ke negara eropa bagian barat lantaran faktor kedekatan jarak jika sewaktu-waktu ingin memeriksakan kesehatan. Ditambah juga soal faktor suhu udara di sana.
Sebab, semasa menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, Habibie sering memerintah Hasanudin untuk cermat menjaga suhu ruangan kerjanya di angka 18 derajat celsius.
"Hanya alasan lebih dekat untuk check up, dan butuh tempat dingin. Karena sewaktu jadi Presiden, dan Wakil Presiden, itu suhu ruangan kerja harus 18 derajat," ujar dia.
"Pak Hasanudin, pokoknya cek 18 derajat'," ucapnya menirukan perkataan Habibie yang masih ia ingat hingga sekarang.(*)
Reporter: Chaerul Umam
Videografer: Chaerul Umam
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Demo Anti-Perang, Ribuan Warga Jerman Desak Pangkalan AS Ditutup dan Hentikan Persenjataan ke Israel
3 hari lalu
Mancanegara
Jerman Tolak Mentah-mentah Perintah Trump Kirim Kapal ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang NATO!
Selasa, 17 Maret 2026
Mancanegara
Ditolak Mentah-mentah! Jerman Ogah Turuti Trump Kirim Kapal ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang NATO
Selasa, 17 Maret 2026
Mancanegara
Jerman Tegas Tolak Seruan Trump untuk Kirim Kapal ke Selat Hormuz Melawan Iran, Bukan Perang Kita
Selasa, 17 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Jerman Tolak Mentah-mentah Seruan Trump untuk Kirim Kapal ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang NATO
Selasa, 17 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.