Tribunnews WIKI

Habibie Cup

Jumat, 13 September 2019 16:35 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Habibie Cup adalah sebuah turnamen sepak bola semi-profesional tahunan di Pulau Sulawesi, Indonesia.

Penyelenggara turnamen Habibie Cup adalah Pemerintah Kota Parepare.

Habibie Cup pertama kali diselenggarakan pada tahun 1990 dan terakhir kali berlangsung pada tahun 2015.

 Sejarah

Pada medio 1990-an, performa beberapa klub asal Sulawesi Selatan dan terutama PSM Makassar, menurun di konstelasi sepak bola nasional.

Puncaknya di musim kompetisi 1989/1990, PSM pernah dibantai Persib Bandung tiga gol tanpa balas pada semifinal Divisi Utama PSSI.

Kemudian, pendiri Harian Fajar, HM Alwi Hamu dan Wakil Wali Kota Parepare, Mirdin Kasim menginisasi sebuah ajang bernama Turnamen Sepak bola Ajatappareng pada 1990.

Kedua figur itu merasa khawatir dengan pasang surut generasi sepak bola dari Sulawesi Selatan.

Mereka pun berharap dengan adanya turnamen itu, bisa memantik antusiasme dan tentu menemukan bibit-bibit lokal baru.

Terkait penamaan turnamen yang kemudian menjadi Habibie Cup, HM Alwi Hamu dan Mirdin Kasim merujuk pada sosok Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, yang merupakan tokoh nasional dan besar asal Parepare.

Kala itu, BJ Habibie masih menjabat Menristek RI dan kepala BPPT.

 Sistem Turnamen

Pada awalnya turnamen Habibie Cup hanya diikuti enam tim lokal: Persipare Parepare, Perspin Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Barru, dan PSM Makassar.

Dalam edisi perdana, peserta dibagi ke dalam dua grup.

Dua tim terbaik dari masing-masing grup lolos ke babak selanjutnya.

Dihelat selama tujuh hari plus dua hari istirahat, edisi pertama Habibie Cup dimenangkan Persipare Parepare.

Klub yang ikut berkompetisi kian banyak, bahkan pada satu edisi sempat diikuti sampai 12 tim.

Sistem turnamen ini kemudian berkembang dengan memakai sistem setengah kompetisi.

Waktu pelaksanaannya pun diperpanjang, rata-rata bisa mencapai dua sampai tiga pekan.

Hingga pagelaran terakhir pada tahun 2015, klub peserta Habibie Cup juga semakin beragam dan datang dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah.

Habibie Cup pernah menjadi turnamen yang diikuti oleh banyak pemain profesional dengan reputasi nasional.

Pada 2015 lalu, turnamen ini menjadi pelipur lara rakyat Indonesia yang resah karena liga resmi dibekukan oleh FIFA.

Habibie Cup 2015 yang berjalan meriah diikuti 12 tim, yakni Persipare, Perssin Sinjai, Persim Maros, Persibone, PSM, Gaswa Wajo, Gasma Enrekang, Persiba Bantaeng, Sidrap united, PS Sandeq Polman, PS Asa, dan Persipal Palu. (3)

Di turnamen edisi 2015 itu, juga jadi ajang pemanasan para pemain profesional yang tak bermain karena liga sedang vakum akibat embargo dari FIFA.

Persipare mendatangkan pemain kelas satu macam Hamka Hamzah, Bio Paulin, Asri Akbar, Faturrahman, Harianto, Émile Mbamba, Rizky Pellu, Firman Utina, Zulham Zamrun, sampai pemain muda kelahiran 1995 Evan Dimas.

Sidrap United memanfaatkan ketiadaan liga dengan mendatangkan Abdul Rahman, Boaz Solossa, Markus Haris Maulana, Makan Konaté, Jajang Sukmara, Otávio Dutra, Terens Owang Puhiri, Zulkifli Syukur, Ponaryo Astaman, hingga Victor Pae.

Rahim Pemain Potensial

Habibie Cup, mampu memenuhi ambisi awal mereka melahirkan pemain-pemain yang bisa menghidupkan kompetisi sepakbola nasional.

Talenta hebat yang lahir dari turnamen Habibie Cup di antaranya Andi Oddang, Ahmad Amiruddin, Irsyad Aras, Hamka Hamzah, Ronny Ririn, hingga Syamsul Bachri Chaeruddin.

Jebolan-jebolan alumni kompetisi ini sukses mengantarkan PSM meraih pencapaian-pencapaian besar secara nasional.

Ronny Ririn mampu membawa PSM juara liga pada 2000, Andi Oddang bisa mengantarkan PSM dua kali menjadi runner-up liga (2003 dan 2004), Irsyad Aras melakukannya sekali (2004), pun dengan Hamka Hamzah (2001).

Syamsul Bachri Chaeruddin yang memperkuat PSM dalam periode lebih lama (2001-2010 dan 2012-2017) bahkan menjadi salah satu kapten dan ikon tak terlupakan yang pernah dimiliki Juku Eja.

Prestasi klub-klub asal Sulawesi Selatan pun ikut melejit. Pada 1991/1992, PSM sukses menjuarai turnamen Perserikatan usai membenamkan PSMS Medan 2-1 di final.

Hambatan dan Vakum

Meski begitu Habibie Cup tidak lepas dari hambatan.

Faktanya, masalah anggaran sempat bikin Habibie Cup beberapa kali vakum.

Menurut arsip Fajar Media Center, turnamen ini pernah diistirahatkan pada 2009 dan 2011, kemudian berturut-turut 2013 dan 2014.

Selain masalah anggaran, perkara-perkara sepele seperti ketersediaan wasit sampai kabut asap tercatat pernah bikin turnamen ini beberapa kali ditunda.

Seperti ketiadaan pemain asing, bench yang amburadul, sampai keputusan PSM WO saat semifinal.

Namun, semua dimaklumi karena ikhwal turnamen ini juga untuk kebersamaan masyarakat.

Juara terbanyak dari Habibie Cup adalah Persipare, dengan koleksi 11 trofi juara selama dua dekade lebih turnamen ini mewarnai sepak bola Indonesia, khususnya di tanah Sulawesi.

Sejak terakhir kali digelar pada 2015, Habibie Cup pun masih vakum hingga kini.

(Tribunnewswiki.com/Haris)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan Judul : Habibie Cup

ARTIKEL POPULER:

Baca: Turnamen Esports Telah Diresmikan Kemenpora

Baca: Open Bali Turnamen Gateball Piala BBPJN 8 Diikuti 532 Peserta dari 22 Provinsi di Indonesia

Baca: Menpora Buka Turnamen Catur Taspen Anniversary Cup

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Habibie Cup
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved