Tribunnews WIKI

Profil Firli Bahuri - Politisi dan Polri Jadi Ketua KPK 2019-2023

Jumat, 13 September 2019 14:07 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Irjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. atau dikenal sebagai Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Firli Bahuri lahir di Lontar, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, pada 8 November 1963.

Firli Bahuri merupakan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Sumatra Selatan yang dilantik sejak 20 Juni 2019.

Firli Bahuri menjalani pahit getirnya kehidupan dan penuh tantangan.

Desa tempat Firli Bahuri dilahirkan, Desa Lontar, berlokasi seberang Sungai Ogan dan tidak memiliki akses keluar.

Sehingga untuk menuju jalan raya, warga termasuk Firli Bahuri harus berjalan kaki melewati pematang sawah dan tiga kali melewati jembatan.

Selain sang Ayah, Bahuri telah meninggal dunia pada 1974 sehingga Firli Bahuri menjadi anak yatim yang tinggal bersama lima saudara dan ibu tunggal.

Bahkan ketika sekolah dasar, Firli Bahuri menyadap getah karet setiap sepulang sekolah.

Hasil dari kerja kerasnya tersebut ditabung selama tiga bulan sehingga Firli Bahuri berhasil membeli sepeda dengan uang sendiri.

Ketika SMP Firli Bahuri terpaksa berjalan kaki menuju sekolah dari rumah yang berjarak 8 kilometer.

Semasa SMA Firli Bahuri bekerja serabutan dengan bekerja sebagai pencuci mobil dan berjualan spidol dengan modal Rp 25 untuk satu lusin spidol di Pasar Cinde.

Spidol tersebut dijual kembali seharga Rp 50 satu llusin di Taman Ria Sriwijaya, Palembang.

Dalam semalam, Firli Bahuri dapat menjual 6 lusin spidol dan bisa membawa uang Rp 150.

Pendidikan dan Riwayat Karier

  • Riwayat Pendidikan :

AKABRI (1990)

PTIK (1997)

SESPIM (2004)

LEMHANNAS PPSA (2017)

  • Riwayat Karier dan Jabatan

Kapolres Persiapan Lampung Timur (2001)

Wakapolres Lampung Tengah

Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2005)

Kapolres Kebumen (2006)

Kapolres Brebes (2007)

Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009)

Asisten Sespri Presiden (2010)

Dirreskrimsus Polda Jateng (2011)

Ajudan Wapres RI Boediyono (2012)

Wakapolda Banten (2014)

Karodalops Sops Polri (2016)

Wakapolda Jawa Tengah (2016)

Kapolda Nusa Tenggara Barat (2017)

Deputi Penindakan KPK (2018)

Kapolda Sumatra Selatan (2019)

  • Ditolak 500 Pegawai KPK

Pada 2018 Firli Bahuri sempat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sebelum ditarik kembali ke Mabes Polri.

Ketika menjabat Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri diduga melanggar kode etik karena bertemu dan bermain tenis dengan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi.

Muhammad Zainul Majdi pada saat tersebut merupakan saksi yang tengah diperiksa suatu kasus yang diusut oleh KPK.

Selain itu 500 pegawai KPK telah menandatangani penolakan Firli Bahuri sebagai Capim KPK peridoe 2019-2023.

Selain kasus kontroversial sebelumnya, Firli Bahuri juga merupakan bekas ajudan mantan Wakil Presiden Boediono yang sempat tersandung beberapa kasus dugaan korupsi.

  • Kekayaan dan Aset

Firli Bahuri tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan dengan beragam ukuran di wilayah Bandar Lampung dan Bekasi.

Satu diantaranya merupakan warisan tanah seluas 250 meter per segi dan bangunan seluas 87 meter per segi di Bekasi dengan nilai Rp 2,4 miliar.

Adapun nilai total aset tanah dan bangunan Firli mencapai Rp 10.443.500.000.

Firli Bahuri juga tercatat memiliki 5 kendaraan yaitu motor Honda Vario tahun 2007 dengan nilai Rp 2,5 juta, Yamaha N-Max tahun 2016 dengan nilai Rp 20 juta.

Selain itu Firli Bahuri juga memiliki berbagai jenis mobil di antaranya dan mobil Toyota Corolla Altis tahun 2008 dengan nilai Rp 70 juta, Toyota LC Rado tahun 2010 dengan nilai Rp 400 juta dan Kia Sportage 2.0 GAT tahun 2013 senilai Rp 140 juta.

Firli Bahuri tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp 7.150.424.386.

Istri Firli, Ardina Safitri, memiliki bisnis berupa panti pijat yang diakui Firli memiliki omzet miliaran.

Firli Bahuri tercatat mengurus laporan kekayaannya terakhir dalam jabatannya sebagai Deputi Penindakan KPK, April 2018 hingga Juni 2019 lalu.

  • Ketua KPK 2019-2023 Terpilih

Komisi III DPR RI menetapkan Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2023.

Ketetapan tersebut berdasarkan Rapat Pleno Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (13/9/2019) dini hari.

Ketetapan tersebut merupakan hasil pemilihan 5 dari 10 Capim KPK dengan mekanisme voting suara oleh 56 anggota Komisi III DPR RI yang mewakili seluruh fraksi.

Hasil voting tersebut adalah :

Firli Bahuri, jumlah suara 56

Alexander Marwata, jumlah suara 53

Nurul Ghufron, jumlah suara 51

Nawawi Pomolango, jumlah suara 50

Lili Pintouli Siregar, jumlah suara 44

Dengan perolehan suara tersebut maka kelima kandidat Capim KPK terpilih menjadi Pimpinan KPK periode 2019-2023, dengan Firli Bahuri sebagai ketua.

  • Kontrovesi

Terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023 menimbulkan berbagai kontroversi.

Terlebih Firli Bahuri yang pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, pernah ditolak olah 500 orang atas nama pegawai KPK ketika mendaftar sebagai Capim KPK.

Penolakan tersebut mrenggunakan petisi dengan judul 'Hentiakan Segala Bentuk Upaya Menghambat Penanganan Kasus'.

Dalam petisi tersebut dijelaskan tentang kondisi terakhir jajaran di Kedeputian Penindakan KPK.

KPK mengalami kebuntuan untuk mengurai dan mengembangkan perkara sampai ke tingkat pejabat yang lebih tinggi, kejahatan korporasi, maupun ke tingkatan tindak pidana pencucian uang.

Petisi juga mengungkap lima poin, yaitu :

terhambatnya penanganan perkara pada ekspose tingkat kedeputian,

tingginya tingkat kebocoran dalam pelaksanaan penyelidikan tertutup,

dan tidak disetujuinya pemanggilan dan perlakuan khusus terhadap saksi,

tidak disetujui penggeledahan pada lokasi tertentu dan pencekalan,

dan adanya pembiaran atas dugaan pelanggaran berat di dalam kedeputian penindakan.

Selain itu Firli Bahuri juga memiliki masalah pelanggaran kode etik karena melakukan beberapak kali pertemuan dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majdi.

Firli Bahuri pada saat itu menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, sedangkan Zainul Majdi merupakan saksi yang tengah diperiksa pada kasus korupsikepemilikan saham PT Newmont yang melibatkan Pemerintah Provinsi NTB.

Pada 19 April 2018 Zainul Majdi pernah mengklarifikasi bahwa pertemuan- pertemuan tersebut terjadi tanpa terdapat unsur kesengajaan.

Selain itu pelanggaran kode etik Firli Bahuri pernah dilakukan ketika menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Firli Bahuri juga pernah bertemu dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Menaggapi hal tersebut KPK mengirimkan surat ke DPR, namun surat tersebut justru dipertanyakan dan dikritik anggota Komisi III DPR.

Firli Bahuri kini terpilih sebagai Ketua KPK periode 2019-2023 dengan mendapat hasil voting terbanyak yaitu sejumlah 56 suara.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul: Firli Bahuri, Ketua KPK 2019-2023

ARTIKEL POPULER:

Baca: 3 Fakta Irjen Firli Bahuri Ketua KPK Terpilih, Profil hingga Rekam Jejak

Baca: Daftar Nama 5 Pimpinan KPK Periode 2019 - 2023, Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK

Baca: Sempat Kontroversi, Irjen Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK Periode 2019-2023

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved