Terkini Daerah

Viral Bentrok Aparat TNI dengan Petani di Kebumen, Ini Penjelasan Kodam IV/ Diponegoro

Jumat, 13 September 2019 13:28 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kodam IV/Diponegoro memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan bentrok personel TNI dengan warga di Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (11/9/2019).

Dikutip dari akun facebook resmi Pusat Penerangan TNI, Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto melalui sambungan telepon membenarkan informasi terjadinya bentrok anggota TNI dengan warga di Kebumen.

Menurut Kapendam, anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad.

Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pekerjaan proyek pemagaran tahap III areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di Desa Brencong, Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen.

Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah.

Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara.

Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak.

Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.

"Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga," kata dia.

Adanya pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik (persuasif).

Masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat anarkis, maka terjadilah tindakan represif agar warga dapat meinggalkan lokasi.

"Apa yang dilakukan TNI semata-mata melaksanakan perintah yang tertuang dalam PP No 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Jadi apa yang dilakukan TNI adalah kontitusional," ujar dia.

Kapendam juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tetap mengedepankan tindakan persuasif dengan memaksimalkan mediasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.

"Saat ini pekerjaan pemagaran untuk sementara dihentikan, tetapi kami minta masyarakat juga menghentikan aktivitasnya di sekitar areal Lapbak. Apabila masyarakat merasa memiliki kepemilikan lahan secara sah, silahkan menuntut jalur hukum di pengadilan," kata Kapendam.

Adapun terkait informasi adanya korban baik di pihak aparat maupun masyarakat, Kapendam mengatakan pihaknya masih melakukan cross chek di lapangan.

Sementara dari pihak petani, hingga berita ini ditulis, Tribunnews.com belum berhasil menghubungi perwakilan petani.

Sambungan telepon Tribunnews.com kepada perwakilan petani, Imam Zuhdi tidak diangkat.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, video yang memperlihatkan bentrok warga dengan aparat TNI viral di media sosial.

Video bentrok warga dengan aparat TNI itu, satu di antaranya dibagikan oleh akun Twitter Gusdurian Semarang, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan keterangan yang diposting akun Gusdurian Semarang, bentrok itu terjadi di Desa Brencong, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Berdasarkan video, pria berseragam TNI yang dilengkapi tameng dan pentungan terlibat bentrok dengan warga.

Sejumlah pria berseragam TNI itu terlihat memukuli warga dengan pentungan.

"Kasus Urutsewu,Kebumen Antara Warga dengan TNI.

Hari ini bentrok terjadi di Desa Brecong karena warga menghadang proses pemagaran yang dilakukan oleh TNI AD.

Beberapa luka2. Skrng warga menuju bupati utk Aksi," tulis akun Gusdurian Semarang.

(Tribunnews.com/Daryono)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Video Bentrok Aparat TNI dengan Petani di Kebumen Viral, Ini Penjelasan Kodam IV/Diponegoro

ARTIKEL POPULER:

Baca: Massa dan Aparat Keamanan Nyaris Bentrok di Depan Kantor Bupati Jeneponto

Baca: VIDEO: Pasca-Bentrok, Pencari Suaka asal Afrika Pilih Mengemper Diluar Pengungsian

Baca: Korban Bentrok di Mesuji Bertambah, Sekarang 5 Orang Tewas

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved