Menkopolhukam Wiranto Saksikan Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019

Kamis, 12 September 2019 15:55 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto tiba di Titik Tinjau T-12 Puslatpur Marinir-5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur pada Kamis (12/9/2019) sekira pukul 07.30 WIB untuk menyaksikan Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019.

Didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan para Kepala Staf Angkatan, Wiranto yang mengenakan kemeja loreng khas tentara dan topi langsung masuk ke area tinjau.

Sebelum acara dimulai, para hadirin juga menyempatkan berdoa untuk mendiang Presiden Ketiga RI BJ Habibie yang wafat pada Rabu (11/9/2019) petang kemarin.

Setelahnya Wiranto kemudian mendengarkan laporan dari Panglima Komando Gabungan Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019 yakni Panglima Kostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan.

Latihan tersebut mengambil tema 'Komando Gabungan (Kogab) TNI melaksanakan Kampanye Militer di Mandala Operasi dalam rangka Menegakkan Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia'.

Usai menyaksikan latihan tersebut, Wiranto mengatakan kepada awak media bahwa kedatangannya mewakili Presiden RI Joko Widodo yang sedianya hadir dalam latihan tersebut.

Namun karena ada satu dan lain hal Jokowi batal untuk datang dan menyaksikan latihan tersebut.

Ia menyampaikan, Angkatan Bersenjata Indonesia dapat dibanggakan dan dapat mengimbangi kekuatan Angkatan Bersenjata negara-negara lain.

"Kita bisa saksikan tadi bahwa Indonesia telah memiliki satu kekuatan Angtakan Bersenjata yang dapat dibanggakan dan dapat mengimbangi kekuatan negara-negaea lain. Dan hari ini kita saksikan satu latihan lengkap baik manuver darat laut maupun udara yang tergabung dalam satu operasi yang rumit dan sulit. Meski kelihatannya mudah tapi dalam pengorganisasiannya tidak mudah, sulit. Latihan gabungan betul-betul sulit tapi dapat dilaksankan dengan tepat dalam hitungan menit dapat dilaksankan dengan sangat akurat," kata Wiranto.

Ia juga menjelaskan bahwa latihan tersebut juga merupakan satu kesiapsiagaan dari satuan-satuan tempur Indonesia dalam hadapi berbagai ancaman dan latihan untuk terus meningkatkan dan merawat profesionalitas prajurit di semua tingkatan semua matra.

"Bahkan kita dapat lihat satu demonstrasi baru. Ada satu drone yang mampu melaksanakan pengintaian, penembakan dan pengeboman ini kemajuan atau lompatan teknologi yang luar biasa. Mudah-mudahan kedepan nanti teknologi militer yang berkembang di dunia dapat kita miliki," kata Wiranto.

Sejumlah alutsita yang dikerahkan TNI AD antara lain 12 unit Tank Leopard, 1 unit Taank ARV Leopard, 5 unit truk Transporter, 1 unit Marder, 6 unit Astros,  6 unit Meriam 76,  6 unit Caesar,  18 pucuk Mortir-81, 9 pucuk Mortir-60, 27 pucuk Mortir-60, 8 satbk Atlas,  4 satbak MPCV, 2 unit MVP,  8 unit Drone Arh, 2 unit Apache, 2 unit MI-35, 4 unit AS-550 Fennech dan 4 unit Bell-412.

Sedangkan untuk alutsista TNI AL yakni 1 unit KRI JOL-358, 1 unit KRI USH-359, 1 unit KRI GNR-332, 1 unit KRI YOS-353, 1 unit KRI SIM-365, 1 unit KRI FKO-368, 1 unit KRI FTH-361, 1 unit KRI NAL-363, 1 unit KRI PTM-371, 1 unit KRI NGL-402, 1 unit KRI SNU-373, 1 unit KRI SSA-378, 1 unit KRI IBL-383, 1 unit KRI TBT-516, 1 unit KRI MKS-590, 1 unit KRI SBY-591, 1 unit KRI BAC-593, 1 unit KRI PRE-711, 1 unit KRI PRP-712, 1 unit KRI SPT-923, 1 unit KRI TBN-520, 1 unit KRI TLD-521,   15 unit BTR 50 P/M, 15 unit BMP 3F,   12 unit BTR 50 P/K, 7 unit LVT 7A1, 8 unit Kapal K61, 6 unit How 105 MM,  6 unit Rocket MLRS Grad, 4 unit BVPP2, 3 unit Ambulans, 3 unit Truk Tatra Amo, 5 unit Truk Opgleger, 18 unit Ranrik How,   6 unit truk 2,5 Ton, 4 unit Komob, 25 unit Mopel, 2 unit RHIB, 10 unit Helikopter dan 4 unit Fix Wing.

Sementara untuk alutsista TNI AU antara lain 6 unit SU 27/30, 16 unit F-16, 6 unit T-50i, 4 unit Hawk 109/209, 6 unit EMB-314 Super Tucano, 12 unit C-130 B/H/HS/L-100, 1 unit C-130 BT, 4 unit CN-295, 3 unit B-737-400/500 VIP, 2 unit B-737-200 Patmar/Intai, 2 unit C-212, 2 unit PTTA Aerostar, 1 unit UAV CH-4, 4 unit NAS-332/EC-725 dan 1 unit Colibri.

Sehari sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, dan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau Fire Power Demo Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha 2019 pada Rabu (11/9/2019).

Sebanyak 12.500 personel TNI dilibatkan dan sepertiga Alutsista TNI dikerahkan dalam latihan yang digelar di Puslatpur Marinir - 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Latihan gabungan Dharma Yudha 2019 sudah dilaksanakan secara bertahap sejak Senin (9/9/2019) mulai dari gladi posko, manuver lapangan, dan pendaratan amfibi pada Rabu (11/9/2019) pagi.

Tujuan dari latihan gabungan TNI 2019 adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan prajurit sehingga apabila para prajurit dan seluruh sistemnya diperlukan dalam melaksanakan operasi semuanya sudah siap.

Hadi mengatakan, tulang punggung yang menunjang latihan tersebut adalah sistem jaringan perang terpusat atau Network Centric Warfare yang digunakan masing-masing Angkatan TNI.

"Pada latihan ini kita sudah coba melaksanakan sistem tersebut dari angkatan darat juga menggunakan Battle Management System, Angkatan Laut menggunakan Network Centric, termasuk Angkatan Udara juga menggunakan Network Centric," kata Hadi di Titik Tinjau T12 Puslatpur Marinir - 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Hadi mengatakan, tahun 2020 nanti TNI akan memiliki alat yang sudah bisa menggabungkan Network Centric Warfare yang dimiliki tiga Angkatan TNI.

"Di masa yang akan datang kurang lebih 2020 kita sudah memiliki alat yang bisa menggabungkan ketiga sistem dari tiga matra, darat, laut, dan udara yang kita beri nama adalah Network Centric Warefare atau Network Centric Operation," kata Hadi.

Ia mengatakan, untuk menunjang sistem tersebut maka saat ini TNI tengah membangun sistem jaringan satelit.

Hadi berharap nantinya sistem jaringan perang terpusat yang menghubungkan tiga matra tersebut sudah dapat digunakan pada latihan gabungan TNI pada 2020 atau 2021 nanti.

"Mudah-mudahan latihan gabungan 2020 atau 2021 kita sudah penuh didukung oleh suatu sistem yang sedang kita bangun dalam rangka melaksanakan perang modern adalah Network Centric Operation atau Network Centric Warefare yang didukung penuh atau backbone-nya menggunakan satelit," kata Hadi.

Sejumlah alutsista andalan dari tiga matra yang dikerahkan dalam latihan tersebut antara lain pesawat tempur F-16 dan Sukhoi milik Angkatan Udara, Multiple Launch Rocket System (MLRS) ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) milik Angkatan Darat, dan rudal anti kapal Exocet MM 40 Block-3 milik TNI Angkatan Laut.

Selain itu ditampilkan juga pesawat tempur tanpa awak (drone) MALE (Media Altitude Long Endurance) CH-4 yang dikendalikan dari Surabaya.

Usai menyaksikan latihan Fire Power Demo tersebut Hadi menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan baik pasukan, alutsista, maupun area latihan tersebut kepada seluruh pejabat TNI yang terlibat.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Gita Irawan
Videografer: Gita Irawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Wiranto   #Situbondo   #Jawa Timur
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved