Tribunnews WIKI

Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum), Fasilitator Olahraga Bulu Tangkis Indonesia

Rabu, 11 September 2019 15:06 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum atau PB Djarum awalnya merupakan fasilitas olahraga bagi karyawan pabrik PT Djarum di Kudus, Jawa Tengah.

Karena CEO PT Djarum, Robert Budi Hartono juga menyukai olahraga bulu tangkis, maka brak atau tempat karyawan melinting rokok di jalan Bitingan Lama No. 35, Kudus, Jawa Tengah dibuka sebagai tempat pelatihan.

Brak tersebut mulai digunakan sebagai tempat latihan dan berkumpul pada sore hari pada 1969 dan mulai diikuti oleh beberapa komunitas bulu tangkis di Kudus.

Satu diantaranya adalah Lim Swie King yang pada 1972 berhasil meraih juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi.

Prestasi Liem Swie King menumbuhkan keinginan Budi Hartono untuk mengembangkan kegiatan komunitas Kudus menjadi organisasi PB Djarum.

PB Djarum Kudus diresmikan pada 1974 dan diketuai oleh Setyo Margono dan PB Djarum Semarang diresmikan pada 1976.

Selanjutnya PB Djarum cabang daerah lainnya mulai diresmikan yaitu Jakarta (1985), Surabaya (1986).

Pada 2004 PB Djarum mulai membangun Gedung Olahraga (GOR) bulu tangkis bertaraf internasional yang diresmikan pada 2006 dengan nama GOR Jati.

Visi dan Misi

Visi dan Misi PB Djarum adalah sebagai berikut :

Visi

Membantu persatuan Indonesia dan mengharumkan nama bangsa dengan berprestasi di bidang perbulutangkisan dunia.

Misi

Menjadi klub terbaik Indonesia yang penuh dengan pemain-pemain bulutangkis top dunia asal Indonesia.

GOR Jati

GOR Jati merupakan fasilitas utama bagi atlet bulu tangkis PB Djarum.

Sejak diresmikan pada 2006, GOR Jati menjadi pengganti GOR Kaliputu dan GOR di Bitingan Lama yang pernah digunakan sejak 1982.

GOR Jati mulai dibangun pada 2004 dan diresmikan pada 27 Mei 2006.

GOR Jati digunakan sebagai pusat pelatihan atlet PB Djarum Tunggal Putra dan Putri.

Sedangkan atlet bulu tangkis Ganda mendapat pelatihan di PB Djarum Jakarta.

Pembangunan GOR Jati menghabiskan dana sebesar 30 miliar dengan lahan seluas 43.207 meter persegi.

GOR Jati merupakan GOR berstandar internasional bahkan disebut sebagai pusat pelatihan bulutangkis terbaik di Asia.

Kompleks GOR Jati memiliki luas 29.450 meter persegi, terdiri dari gedung olahraga, seluas 4.925 meter persegi dengan 12 lapangan beralaskan kayu dan 4 lapangan beralaskan vinil (karet sintetis).

GOR Jati juga dilengkapi dengan tribun penonton di sisi kanan dan kiri.

Bangunan penunjang lainnya yang tersedia di GOR Jatia adalah ruang pertemuan, ruang perkantoran, ruang makan, ruang fitness, ruang komputer, ruang audio visual, dan ruang perpustakaan.

Selain itu juga terdapat asrama atlet seluas 1.834 meter persegi dan memiliki 40 kamar terpisah untuk putra dan putri berkapasitas dua orang untuk setiap kamar.

Kamar tersebut memiliki fasilitas tempat tidur dan meja belajar.

Rumah para pelatih PB Djarum didirikan pada lahan seluas 312 meter persegi yang berlokasi menjadi satu komplek di GOR Jati III.

Karier Peserta Didik PB Djarum

Pendaftaran

PB Djarum selalu menyelenggarakan audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis setiap tahun, dengan kategori :

  • U-11 (untuk peserta dengan umur 8-10 tahun/kelahiran tahun 2009 – 2011)
  • U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun/kelahiran tahun 2007 dan 2008)

Pada tahun 2019 audisi dilaksanakan dengan sistem gugur di lima kota yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya, dan Kudus.

Pendaftaran dapat dilakukan baik secara online maupun mendaftar lansgung di GOR tempat audisi umum.

Peserta wajib melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.

Pendaftaran ulang juga dapat diwakilkan oleh wali pendaftar seperti orangtua, pelatih atau saudara.

peserta yang lolos tahap seleksi dan mendapatkan super tiket akan mengikuti tahap final yang berlangsung di GOR Jati, Kudus.

Peserta yang lolos tahap final akan mengikuti tahap karantina di Asrama PB Djarum, Jati, Kudus selama satu minggu.

Karier

 Setiap tahun seiring dengan bertambahnya usia terdapat beberapa atlet yang naik dari lapisan ke 5 ke 4 dan seterusnya.

Lapisan 5 yang kosong perlu diisi dengan atlet baru yang berkualitas, diambil dari Audisi Umum dan Audisi Khusus sepanjang tahun berjalan.

Atlet yang diterima diutamakan berusia 12-13 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk 'menarik' peserta audisi berprestasi yang berusia 10-12 tahun atau 13-15 tahun bila berkualitas istimewa.

Alumni dan Atlet Berprestasi

  • Kevin Sanjaya Sukamuljo
  • Mohammad Ahsan
  • Tontowi Ahmad
  • Liliyana Natsir
  • Alan Budi Kusuma
  • Liem Swie King
  • Budi Santoso
  • Alberto Alvin Yulianto
  • Praveen Jordan
  • Debby Susanto
  • Melati Daeva Oktaviani, dll

Official

Berikut daftar dana pengurus dan pelatih PB Djarum :

  • Eddy Prayitno, Ketua Pengcab PBSI Kudus dan Kepala Administrasi PB Djarum
  • Lius Pongoh, Administrasi dan Operational Support Coordinator
  • Sajiman, Admin PB Djarum Jakarta
  • Siswanto, Boarding Houskeeper
  • Sulaiman, Administrasi
  • Tjia Hwie Gwan, Pelatih Fisik
  • Yoppy Rosimin, Ketua PB Djarum
  • Yudi Yudoyono, Administrasi

Pelatih

berikut daftar nama pelatih PB Djarum :

  • Ade Lukas
  • Agung Susilo
  • Anjib Kurniawan
  • Antonius Budi Ariantho
  • Ari Yuli Wahyu Hartanto
  • Aryono Miranat
  • Christian Hadinata
  • David Yedita Pohan
  • Denny Setiawan
  • Donny Prasetyo
  • Ellen Angelina
  • Engga Setiawan
  • Fendy Irwanto
  • Ferry
  • Fung Permadi
  • Hastomo Arbi
  • Junior Setioko Tenggono
  • Maria Elfira Christina
  • Puri Setyo Indra
  • Roy Djojo Effendy
  • Rusmanto Djoko Semaun
  • Sigit Budiarto
  • Vita Marissa

Kontroversi dengan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak.

Kegiatan audisi untuk seleksi peserta didik beasiswa PB Djarum juga mendapat respons dari Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung.

Menanggapi hal tersebut PB Djarum menegaskan bahwa program audisi bukan kegiatan pemasaran produk rokok melainkan murni untuk seleksi atlet.

KPAI kemudian melakukan rapat dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Rapat tersebut bertujuan untuk mendesak penghentian audisi PB Djarum karena mengandung unsur eksploitasi.

Eksploitasi yang dimaksud adalah kewajiban setiap anak mengenakan seragam berlogo Djarum Badminton Club yang identik dengan merek rokok.

Pada pertengahan Agustus KPAI melakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten tempat pelaksanaan audisi PB Djarum untuk mengkaji ulang pemberian izin aktivitas tersebut.

Upaya KPAI meniadakan logo sponsor di seragam peserta dan nama acara ditanggapi Djarum dengan mengubah nama audisi menjadi Audisi Umum.

Selain itu Djarum juga melakukan penghapusan logo sponsor di baju peserta dalam sesi audisi yang berlangsung di Purwokerto pada 8-10 September.

Di tengah acara audisi di Purwokerto Djarum memastikan program audisi bakal dihentikan mulai 2020.

Untuk mengganti program audisi, PB Djarum akan mengandalkan pemandu bakat untuk menjaring atlet-atlet muda.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Kak Seto Dukung KPAI soal PB Djarum hingga Sebut Seperti Anak Kecil Ngambek

Baca: Manajemen Djarum Jelaskan Kalau PB Djarum Adalah Nama Klub, Bukan Merek Rokok

Baca: Klarifikasi KPAI soal Peniadaan Audisi PB Djarum yang Dianggap Eksploitasi Anak: Kami Tidak Berniat

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved