Terkini Nasional

Fakta Bocah TK Tewas Dibully oleh Teman Mainnya

Rabu, 11 September 2019 13:48 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pem-bully-an yang menyebabkan hilangnya nyawa kembali terjadi di Indonesia.

FA, bocah berusia enam tahun asal Bekasi, Jawa Barat, meninggal dunia seusai di-bully oleh teman mainnya, pada akhir Bulan Agustus, sekitar pukul 15.00 WIB.

Ibu FA, mengungkapkan kondisi FA yang parah sempat ditolak oleh rumah sakit.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum TribunWow.com, dari FA yang tewas di-bully hingga sempat dikira tetanus.

1. Kronologi Pem-bully-an

Kronologi berawal pada akhir Bulan Agustus 2019, FA dan rekannya bermain di dekat rumah, di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada pukul 15.00 WIB, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, Selasa (10/9/2019).

Ani menuturkan saat itu ia melihat FA sedang bermain dengan temannya berinisial IB.

Saat sedang bermain, ANi meminta FA untuk segera pulang dan masuk ke rumah untuk mandi, namun permintaan Ani ditolak FA lantaran masih ingin bermain.
Ani lantas kembali ke rumah, namun tiba-tiba ia mendengar FA menangis.

"Lima menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh FA mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena FA masih ingin bermain, belum sempat masuk, masih di teras, saya mendengar FA menangis," ungkap Ani.

Ani mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial IB.

Mendengar hal itu, Ani kemudian bertanya pada FA sakit atau tidak.

"Ketika saya tanya,'Dek sakit enggak?' Anak saya menjawab 'Enggak, mah'. Karena anak saya menjawab kayak gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial I) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga," ucap dia.

2. Kondisi FA Drop

Seusai pemukulan, kondisi tubuh FA menunjukkan tanda-tanda tak sehat.

FA mengalami muntah-muntah dan Ani hanya mengira akibat ditonjok.

Ia pun memberikan minyak kayu putih kepada anaknya.

Akan tetapi di hari kedua setelah pemukulan, FA justru tak bisa menggerakkan ketiaknya karena ada tiga benjolan.

"Saya langsung oleskan freshcare untuk menghilangkan benjolan tersebut," ucapnya.

Di hari ketiga, FA tak bisa membuka mulutnya dan kesulitan makan.

Ada pembengkakan juga yang terjadi di rahang FA.

"Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkakkan juga di rahangnya, saya juga sempat manggil tukang urut. Namun di tengah malam pukul 02.00 WIB, anak saya makin parah dengan kondisi kejang-kejang," ujar Ani.

3. Ditolak RS

Ani beserta suaminya kemudian berinisiatif membawa FA ke spesialis syaraf, namun kedatangannya ditolak.

Ia lantas beralih ke Rumah Sakit di Bekasi dan juga mengalami penolakan.

Akhirnya, ia menuju ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta.

"Ya sudah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur," katanya.

Di sana, FA diperiksa dan kondisinya membuat bingung tiga dokter.

Diprediksi awal, FA terjangkit tetanus, namun tak ada luka di tubuh bocah malang tersebut.

"Prediksi awal anak saya mengidap penyakit tetanus, tapi ketika diperiksa tidak ada luka atau goresan di tubuh anak saya. Maka langsung lakukanlah rontgen, tapi 3 dokter tidak mengetahui penyakit apa yang diderita anak saya, soalnya anak saya kejang kayak tetanus tapi tidak ada luka di tubuhnya," ujar Ani, Senin (9/9/2019).

Ternyata seusai diperiksa, FA kejang-kejang lantaran lidah FA telah tergigit dan kondisinya kritis.

Saat akan dipakaikan selang, FA menghembuskan napas terakhirnya, pada pukul 12.00 WIB, Jumat (30/9/2019).

"Setelah diketahui dan anak saya dalam kondisi kritis, saat mau pakai selang untuk paru-paru anak saya sudah tidak ada," ucap dia.(*)

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul 8 Fakta Bocah TK Tewas Dibully Teman: Kronologi Ditolak 2 Rumah Sakit hingga Langkah Keluarga

ARTIKEL POPULER:

Baca: Tewas setelah Dibully Teman Bermain, Ibu FA Ungkap Anaknya Sempat Ditolak 2 RS

Baca: Bocah 6 Tahun Dibully hingga Tewas Sempat Ditolak 2 RS, Hal Janggal Justru Disebut Dokter

Baca: Jadi Korban Bully, Pria Ini Bunuh Teman Sekelasnya saat Reuni Sekolah 53 Tahun Kemudian

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved