Terkini Daerah

Tewas setelah Dibully Teman Bermain, Ibu FA Ungkap Anaknya Sempat Ditolak 2 RS

Rabu, 11 September 2019 09:09 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sri Ani Lestari (38), ibu FA (6), bocah korban bully yang meninggal dunia mengaku ada sejumlah keadaan yang terjadi pada anaknya hingga sempat ditolak rumah sakit.

Diketahui, FA (6) diduga mengalami bully dan pemukulan oleh teman sebayanya, pada akhir Bulan Agustus, sekitar pukul 15.00 WIB di rumahnya, di Kecamatan Pondok Melatin, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

FA yang di-bully itu mengalami sakit dari muntah hingga kejang-kejang dan menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (30/9/2019), di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta.

Ani menuturkan setelah FA mengalami pemukulan, kondisi tubuh FA menunjukkan tak sehat, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.com, Selasa (10/9/2019).

FA mengalami muntah-muntah dan Ani hanya mengira akibat ditonjok.

Ia pun memberikan minyak kayu putih kepada anaknya.

Akan tetapi di hari kedua setelah pemukulan, FA justru tak bisa menggerakkan ketiaknya karena ada tiga benjolan.

"Saya langsung oleskan freshcare untuk menghilangkan benjolan tersebut," ucapnya.\

Di hari ketiga, FA tak bisa membuka mulutnya dan kesulitan makan.

Ada pembengkakan juga yang terjadi di rahang FA.

"Saya kira itu amandel, soalnya ada bengkakkan juga di rahangnya, saya juga sempat manggil tukang urut. Namun di tengah malam pukul 02.00 WIB, anak saya makin parah dengan kondisi kejang-kejang," ujar Ani.

Ani beserta suaminya kemudian berinisiatif membawa FA ke spesialis syaraf.

Namun kedatangannya ditolak.

Ia lantas beralih ke Rumah Sakit di Bekasi dan juga mengalami penolakan.

Akhirnya, ia menuju ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta.

"Ya sudah karena ditolakin semua, saya langsung bawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur," katanya.

Di sana, FA diperiksa dan kondisinya membuat bingung tiga dokter.

Dugaan awal, FA terjangkit tetanus, namun tak ada luka di tubuh bocah malang tersebut.

"Prediksi awal anak saya mengidap penyakit tetanus, tapi ketika diperiksa tidak ada luka atau goresan di tubuh anak saya. Maka langsung lakukanlah rontgen, tapi 3 dokter tidak mengetahui penyakit apa yang diderita anak saya, soalnya anak saya kejang kayak tetanus tapi tidak ada luka di tubuhnya," ujar Ani, Senin (9/9/2019).

Ternyata seusai diperiksa, FA kejang-kejang lantaran lidah FA telah tergigit dan kondisinya kritis.

Saat akan dipakaikan selang, FA menghembuskan napas terakhirnya, pada pukul 12.00 WIB, Jumat (30/9/2019).

"Setelah diketahui dan anak saya dalam kondisi kritis, saat mau pakai selang untuk paru-paru anak saya sudah tidak ada," ucap dia.

Sedangkan di hari pemukulan, Ani tak memiliki kecurigaan karena FA sempat menuturkan tak sakit pada tubuhnya.

Ia saat itu juga melihat FA bermain dengan rekannya IB, siswa kelas 3 SD.

"Ketika saya tanya,'Dek sakit enggak?' Anak saya menjawab 'Enggak, mah'. Karena anak saya menjawab kayak gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial IB) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga," ucap Ani.

Komunikasi kepada Keluarga IB

Sedangkan Ani meyakini, kondisi anaknya karena perilaku IB.

FA saat terbaring sakit juga sempat menyebutkan bahwa IB yang melakukan pemukulan.

Meski begitu, Ani menyebut keluarga IB hingga kini, Selasa (10/9/2091), tak memiliki niat baik bahkan sekadar menghubunginya.

"Video ini sudah viral kan, apalagi mereka tahu nomor saya, harusnya telepon lah ada itikad baiknya gitu," ujar Ani, dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.com, Selasa (10/9/2019).

Ani mengaku tak ingin jika harus pihaknya yang terlebih dahulu menghubungi.

Bahkan kasus ini telah merenggut anaknya.

Ia mengatakan jika tak ada niat baik dari keluarga IB, maka pihaknya akan ke ranah hukum.

"Jangan menyalahkan kami kalau sampai nanti tidak ada itikad baik, apalagi sudah saya kasuskan ini," ucap dia.

Ani juga mengukapkan, ditangkapnya IB juga merupakan keinginan FA sebelum meninggal.

"Kalau dari saya sendiri saya ingin permasalahan ini di proses hukum, ingin memenuhi keinginan FA," kata Ani.

Meski begitu, ayah FA, Ruhiyat (38) menuturkan akan membicarakan kasus ini kepada keluarganya.

"Masih mau diobrolkan lagi dengan keluarga. Keluarga saya dan keluarga istri, baiknya ke depan seperti apa," ujar Ruhiyat, di kediamannya di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Selasa (10/9/2019)

"Saya takutnya kalau sekarang, takut salah langkah. Saya akan diskusikan terlebih dahulu, menenangkan diri dulu bagi keluarga kami yang sedang berkabung," ucap dia.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Sebelum FA Tewas Di-Bully, Ibunya Ungkap Ada yang Terjadi pada Tubuh Anaknya hingga Ditolak 2 RS

ARTIKEL POPULER:

Baca: Bocah 6 Tahun Dibully hingga Tewas Sempat Ditolak 2 RS, Hal Janggal Justru Disebut Dokter

Baca: Bocah 6 Tahun Tewas setelah Dibully Temannya, Orangtua Pelaku Acuh Meski Kerap Lihat Kejadiannya

Baca: Jadi Korban Bully, Pria Ini Bunuh Teman Sekelasnya saat Reuni Sekolah 53 Tahun Kemudian

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved