Travel

8 Fakta Unik Suku Baduy Dalam, Mulai Perjodohan hingga Warna Pakaian

Minggu, 8 September 2019 10:36 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Suku Baduy merupakan satu dari banyakanya suku yang ada di Indonesia.

Suku Baduy hidup bersama di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Nah, Suku Baduy ini terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Sementara itu, kelompok suku Baduy Dalam tinggal ditiga kampung yang berdiri secara terpisah, yaitu Kampung Cibeo, Kampung Cikeusik, dan Kampung Cikertawarna.

Berdasarkan informasi yang telah TribunTravel himpun dari berbagai sumber, simak daftar fakta unik suku Baduy Dalam yang jarang diketahui.

1. Jalan kaki tanpa alas kaki

Para warga suku Baduy memiliki sebuah tradisi unik, yakni tidak mengakan alas kaki.

Kebiasaan ini bisanya dilakukan oleh suku Baduy saat melaksanakan tradisi Seba.

Tradisi Seba adalah tradisi berjalan puluhan kilometer untuk bertemu kepala daerah di kota Banten.

2. Ayam adalah makanan mewah

Berbeda dari kebiasaan masyarakat pada umumnya, suku Baduy Dalam hanya menyantap hidangan ayam setidaknya satu bulan sekali.

Atau biasanya pada saat upacara-upacara besar, seperti pernikahan dan kelahiran.

3. Perjodohan di Baduy Dalam masih berlaku

Perjodohan merupakan sebuah hal yang masih berlaku di Suku Baduy Dalam.

Pada masa penjodohan, orang tua dari laki-laki Baduy Dalam bebas memilih wanita Baduy Dalam yang disukainya.

Jika tidak ada calon yang cocok dengan pilihannya, laki-laki maupun perempuan yang dijodohkan harus menuruti pilihan orang tua.

Atau juga pilihan yang diberikan oleh sang Pu'un (kepada adat).

4. Punya tradisi Kawalu

Warga Baduy Dalam memiliki tradisi yang dikenal dengan nama Kawalu.

Kawalu adalah puasa yang dijalankan oleh warga Baduy Dalam yang dirayakan tiga kali selama tiga bulan.

Selama menjalankan tradisi Kawalu, suku Baduy Dalam berdoa agar negara mereka diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera.

5. Ada larangan wisatawan datang ke Baduy Dalam selama tiga bulan

Berkaitan dengan adanya tradisi Kawalu, para warga Baduy Dlaam tengah berpuasa selama tiga bulan.

Selama tradisi Kawalu dijalankan, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke wilayah suku Baduy Dalam.

Biasanya pengunjung hanya diperbolehkan sampai Baduy Luar dan tidak diperbolehkan menginap.

6. Status kekayaan suku Baduy bukan rumah tapi tembikar

Tidak seperti tempat tinggal di kota pada umumnya, rumah besar identik dengan orang yang memiliki kekayaan.

Bentuk rumah Suku Baduy Dalam hampir sama satu dengan lain.

Namun yang membedakan status kekayaan mereka adalah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah.

Semakin banyak tembikar yang disimpan, artinya status keluarga tersebut semakin tinggi dan terpandang.

7. Sangat suka bergotong royong

Suku Baduy Dalam memiliki sifat yang selalu ditanamkan kepada warganya, yakni sifat gotong royong.

Suku Baduy memiliki kebiasaan suka berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain yang lebih subur.

Sehingga mereka akan lebih suka bergotong royong bersama untuk melakukan perpindahan tempat tersebut.

Sebagai suku nomaden dan menganut sistem ladang terbuka, membuat Suku Baduy Dalam hidup saling membantu dan suka bergotong royong.

8. Perbedaan warna pakaian Suku Baduy Dalam dan Luar

Ada beberapa kebiasaan antara Baduy Luar dan mana Baduy Dalam, termasuk urusan pakaian.

Cara membedakan suku Baduy Luar dan Baduy Dalam bisa dilihat dari pakaian yang mereka kenakan.

Baduy Dalam menggunakan baju putih dan kepala ikat putih.

Sedangkan pakaian Baduy luar berwarna hitam dan biru gelap.

(TribunTravel.com/Ayumiftakhul)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 8 Fakta Unik Suku Baduy Dalam, Mulai Perjodohan hingga Warna Pakaian

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Rizky Cahya Nugraha
Sumber: TribunTravel.com
Tags
   #Suku Baduy
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved