Tribunnews WIKI

3 Deretan Fakta Kerusuhan Papua, Mulai dari Tersangka, Benny Wenda hingga PLN Rugi

Jumat, 6 September 2019 08:38 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Deretan fakta kerusuhan Papua, Menko Polhukam tetapkan 46 tersangka, Benny Wenda bagian dari konspirasi, PLN Merugi Rp 1,9 Miliar.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut ada 46 tersangka terkait kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Rinciannya, tersangka kerusuhan di Jayapura berjumlah 28 orang.

Kemudian, di Manokwari 10 orang, di Sorong tujuh orang, dan di Fakfak satu orang.

Dikutip dari Kompas.com, Wiranto menambahkan, polisi terus melakukan penyidikan untuk mendalami peran masing-masing tersangka dan segera melimpahkannya ke pengadilan.

Di sisi lain, Wiranto pun mengingatkan aparat TNI dan Polri yang bertugas di Papua dan Papua Barat untuk mengedepankan cara-cara persuasif.

"Presiden telah memerintahkan persuasif, edukatif, kompromis, bahkan beliau juga mengedepankan satu perintah bahwa TNI-Polri dikirim kesana sebagai tambahan kekuatan untuk melindungi masyarakat agart tidak menjadi korban," lanjut dia.

Diberitakan, dugaan tindakan rasis terhadap mahasiswa asal Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, berbuntut panjang.

Terjadi kerusuhan di beberapa kota, antara lain Manokwari, Sorong, Fakfak, dan Mimika.

Selain itu, demo di Kota Jayapura juga berakhir ricuh pada Kamis (29/8/2019).

Aparat kepolisian dan TNI mengevakuasi ribuan peserta aksi unjuk rasa yang sempat menginap Kantor Gubernur Papua, Jumat (30/8/2019) ini.

Hal itu untuk mencegah bentrokan antarmassa di sana.

Massa diketahui membakar kantor Telkom, kantor pos, dan sebuah SPBU yang bersebelahan dengan kantor BTN di Jalan Koti, Jayapura.

Masih dari sumber yang sama, tidak hanya membakar kantor serta fasilitas layanan publik, pendemo juga membakar Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang terletak di Jalan Raya Abepura.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam) Wiranto menyebut tokoh separatis Papua Benny Wenda ikut menjadi bagian dari konspirasi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Wiranto mengatakan Benny turut menghasut dan memprovokasi negara-negara lain.

"Saya kira benar ya bahwa Benny Wenda memang bagian dari konspirasi untuk masalah ini," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Ia menambahkan Benny turut memprovokasi negara-negara lain.

Dengan demikian, seolah pemerintah Indonesia tidak memberikan perhatian kepada masyarakat Papua dan Papua Barat.

Padahal, kata Wiranto, Pemerintah telah memberikan perhatian yang besar kepada Papua dan Papua Barat.

Wiranto menambahkan sudah banyak dana yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk membangun Papua dan Papua Barat.

Pemerintah telah menggelontorkan dana otonomi khusus serta membangun berbagai infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara.

Karenanya, Wiranto mengatakan, provokasi dari Benny harus dilawan dengan memberikan informasi yang akurat kepada khalayak terkait pembangunan yang terus berjalan di Papua dan Papua Barat.

"Kita harus lawan dengan kebenaran.

Kita lawan dengan fakta.

Dan biasanya provokasi yang tidak benar, informasi yang menyesatkan hanya dapat dibantah dengan fakta-fakta yang ada," lanjut Wiranto.

Sebelumnya Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut tokoh separatis Papua Benny Wenda mendalangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

"Ya jelas toh.

Jelas Benny Wenda itu.

Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak bener.

Itu yang dia lakukan di Australi lah, di Inggris lah," ujar Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Ia menilai apa yang dilakukan Benny Wenda merupakan strategi politik.

Karena itu pemerintah juga menanganinya secara politis Moeldoko mengatakan pemerintah telah menempuh berbagai langkah untuk mengatasi persoalan keamanan di Papua dan Papua Barat.

"Itu lah seperti diplomasi.

Pasti lah dilakukan," ujar Moeldoko lagi.

Dampak Kerusuhan di Jayapura, PLN Merugi Rp 1,9 Miliar

Dampak perusakan dan pembakaran yang terjadi di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus, menyebabkan sejumlah infrstruktur kelistrikan mengalami kerusakan.

PLN mengalami kerugian hingga Rp 1,9 miliar.

"Beberapa infrastruktur PLN mengalami kerusakan di beberapa titik, paling parah di daerah Pelabuhan, Argapura dan Entrop.

Estimasi kerugian 1,9 miliar, belum termasuk hilangnya KWh," ujar Asisten Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Septian Pujiyanto, di Jayapura, Senin (2/09/2019).

Kerugian tersebut, sambungnya, terjadi karena kerusakan mencakup travo, jaringan tegangan menengah 20 KV, jaringan tegangan rendah, sambungan kabel rumah dan meteran di rumah warga yang mengalami kebakaran.

Akibat perusakan itu, PLN sempat melakukan pemadaman untuk mengantisipasi dampak kerusakan tidak meluas.

"Kini jaringan sudah 100 persen pulih, hari H ada pemadaman karena keadaan darurat untuk menghindari kerusakan yang lebih luas," terang Septian.

Menurut dia, kini seluruh pembangkit listrik di Jayapura dalam kondisi aman dan telah dijaga aparat kemanan.

Mengenai keringanan sambung ulang atau baru bagi korban kerusuhan, Septian belum dapat memastikannya karena masih harus menunggu koordinasi dengan sejumlah pihak, terutama dengan pemerintah daerah setempat.

"Belum ada keputusan mengenai kompensasi untuk korban, kami belum bisa memastikannya," katanya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Deretan Fakta Kerusuhan Papua, Ada 46 Tersangka, Benny Wenda Disebut Menghasut, PLN Rugi 1,9 Miliar

ARTIKEL POPULER:

Baca: Fadli Zon Setuju dengan Pemerintah untuk Tangkap Benny Wenda

Baca: ‎Tuding Wiranto Pemicu Konflik Horizontal di Papua, Moeldoko: Benny Wenda Orang yang Naif

Baca: Sosok Benny Wenda Dalang yang Tunggangi Kerusuhan di Papua, Hasut Negara Lain Indonesia Tak Berpihak

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved